Lapindo Tak Beri Jaminan Aset, Pembayaran Ganti Rugi Lumpur Molor

Agustus 10, 2015

(SIDOARJOterkini)- Ternyata penyebab ditolaknya berkas ganti rugi korban lumpur oleh Bendahara Negara Kementerian Keuangan karena PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) belum memberikan jaminan aset. Padahal, sesuai jadwal berkas milik korban lumpur harusnya mulai dikirim ke Jakarta akhir Juli lalu dan pembayaran bisa cair pertengahan bulan ini.

Belum diberikannya jaminan aset dari MLJ tersebut terungkap setelah Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Dwinanto Hesti Prasetyo membeberkan semuanya. “Pencairan ganti rugi korban belum bisa terealisasi karena MLJ belum menyerahteimakan jaminan aset,” ujarnya saat di Pendopo Delta Wibawa, Senin, (10/8/2015)

Dwinanto mengeskan, serah terima jaminan aset ini merupakan syarat dari pemberian dana talangan Rp 781 miliar oleh pemerintah pusat ke MLJ. Dana talangan inilah yang dipakai untuk mengganti kerugian warga atas tanah dan asetnya yang terendam lumpur.

Penyerahan jaminan aset, lanjut Dwinanto terkait dengan dengan pinjam meminjam antara pemeritah pusat dengan MLJ. Satu masalah lain yang menjadi faktor tertundanya pengiriman berkas ini adalah belum disepakati siapa wakil pemerintah yang ditunjuk untuk menerima jaminan aset milik MLJ.

Dwinanto mengungkapkan, pada rapat bersama antara BPLS dan Menteri Keuangan, disepakati bahwa BPLS yang diberi kuasa untuk menerima jaminan aset dari MLJ. Hanya saja dia mengklaim baru menerima kuasa pada Jumat, pekan lalu.

BPLS belum bisa memastikan kapan penyerahan jaminan aset itu dilaksanakan. Dwinanto hanya menyatakan bahwa draf penyerahan telah disepakati dengan MLJ. Jaminan aset meliputi sekitar 10.000 sertifikat warga korban lumpur yang sudah dibayar MLJ.

Sempat terjadi tarik ulur berapa jumlah aset yang dijaminkan kepada pemerintah pusat. Awalnya, MLj mengklaim telah menggantirugi aset warga senilai Rp 3,5 triliun. Namun, angka itu terkoreksi setelah adanya audit BPKP yang menyebutkan nilai ganti rugi ‘hanya’ Rp 2,7 triliun. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *