Sidoarjo Dikepung Banjir, Bupati Salahkan Reklamasi Pantai

Maret 20, 2015
Ekbis Headline Indeks   120 views
image

Air yang merendam kawasan Waru

(SIDOARJOterkini)- Banjir yang mengepung Sidoarjo tidak biasanya. Sehingga disinyalir penyebabnya reklamasi dan tanah oloran di pesisir timur pantai Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan sebenarnya saat ini air laut tidak pasang. Logikanya air dari atas bisa langsung ke laut.

Kenyataannya tidak, hujan yang mengguyur mulai sore sampai malam hari malah menggenangi pemukiman. “Dugaan saya air dari sungai tidak bisa langsung ke laut karena reklamasi pantai dan tanah oloran,” ujar Saiful Ilah.

Dia menambahkan, adanya reklamasi di pesisir timur pantai membuat air dari sungai tidak bisa langsung ke laut. Pihaknya juga sudah melaporkan masalah banjir ini ke pihak yang berwenang menangani sungai.

Untuk meminimalkan banjir di Sidoarjo, Saiful Ilah juga merencanakan untuk memaksimalkan Kali Mati didekat Sungai Porong. “Jika air di sungai penuh bisa dialirkan ke Kali Mati,” jelas Saiful Ilah.

Hujan yang mengguyur mulai sore sampai malam Sejumlah kawasan di Sidoarjo diterjang banjir. Bukan hanya pemukiman penduduk, air juga merendam sejumlah kantor instansi pemerintah.

Sejumlah pompa dioperasikan untuk menguras air ke sungai. Namun, upaya ini tidak berdampak signifikan karena kondisi air sungai juga penuh.

Kawasan yang tergolong parah terendam air, adalah Sidokare, Sidoarjo. “Air sudah masuk rumah, padahal jika hujan deras hanya merendam jalan,” ujar Nanang, salah satu warga.

Sidokare merupakan langganan banjir karena diapit Sungai Karanggayam. Namun, hujan kali ini warga tidak menyangka sampai masuk rumah.

Kawasan kota lainnya yang terendam air adalah Bluru, Sidoarjo, Pucang dan lainnya. “Di wilayah Pucang yang tidak pernah banjir, kini banjir,” ujar supriyadi.

Air juga merendam sejumlah kantor instansi pemerintah. Seperti Kantor Diskoperndag UKM dan ESDM di Jalan Jaksa Agung Suprapto, demikian pula perkantoran lain di kawasan itu.

Bukan hanya di perkotaan, banjir juga merendam di kawasan Kecamatan Waru. Seperti di wilayah Tropodo dan sekitarnya ketinggian air mencapai ketinggian ban mobil sedan.

Banjir yang menerjang kawasan Waru karena luapan Sungai Buntung dan air tidak bisa masuk sungai.”Apalagi drainase di wilayah Waru juga buruk. Air menggenang lama surutnya,” ujar Suyitno warga Tropodo. (st-12)

Demikian pula di kawasan Kecamatan Sedati dan Taman, air menggenangi sejumlah kawasan. Banjir hampir merata diseluruh kecamatan. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *