Pembakar Mobdin Sekretaris BLH Sidoarjo Dibekuk

image

Tersangka Sugiono bersama petugas dan mobil yang dibakar.

(SIDOARJOterkini)-Setelah buron lebih dari sebulan, Sugiono 44, pembakar mobil dinas (mobdin) Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) ditangkap. Tersangka ditangkap di tempat kos temannya di Wadung Asih, Kecamatan Buduran.

Seperti diketahui, mobdin Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sidoarjo, Nanang Santoso dibakar orang. Mobil plat merah tersebut dibakar saat diparkir didepan rumah salah satu warga Perumahan Kemiri Indah, Desa Kemiri, Sidoarjo, Jumat (13/1/2015) dini hari.

Mobil Innova warna hitam Nopol W 376 NP tersebut terakhir dipakai oleh R Maria Anastasia Srikristanti, tinggal di rumah Blok C6/1 perumahan setempat.

Namun, mobdin Nanang dibakar saat diparkir digarasi rumah no 2, samping rumah Maria. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sidoarjo.

Informasi yang diperoleh, mobil tersebut dipakai oleh Maria sejak Kamis (12/2/2015). Sejauh ini belum diketahui apa hubungan Nanang dengan Maria.

Namun, warga sekitar sering melihat jika mobil itu sering diparkir di garasi rumah Maria. Namun di saat kejadian, mobil itu terparkir di rumah tetangga sebelah atau di rumah nomor 2.

Rumah milik Darsono hanya dijaga oleh penjaga rumah bernama Mundir. “Bu Maria semalam memang numpang parkir mobil di rumah.Tapi saya tidur di rumah saudara saya di Tanggulangin,” jelas Mundir.

Mobil itu terakhir kali digunakan  malam untuk mengantar Nanang ke Bandara Juanda. Selanjutnya, mobil dibawa oleh Maria ke rumahnya.

Ade, salah satu warga Perum Kemiri Indah mengatakan pembakaran mobil itu terjadi dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ada dua orang yang mengendarai motor turun di depan rumah nomor 2.

Salah satu dari mereka lalu mendekati mobil dan bergegas pergi. Tak lama kemudian, mobil mulai mengeluarkan asap dan api sudah menjalar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian memadamkan api yang sudah membesar. “Warga menyiram dengan air seadanya. Kebetulan selokan penuh air kita gunakan menyiram api,” aku Ade.

Pramono, yang rumahnya bersebelahan dengan lokasi terbakarnya mobdin mengaku kaget ketika pagi itu bau asap dan api sudah membesar. “Untung api tidak menjalar ke rumah warga,” jelasnya. (st-12)