BLH Siapkan Laboratorium Limbah Cair

Januari 28, 2015
Kepala BLH Sidoarjo Siswojo menunjukkan lab untuk limbah cair

Kepala BLH Sidoarjo Siswojo menunjukkan lab untuk limbah cair

(SIDOARJOterkini)-Banyaknya perusahaan yang membuang limbah dan mencemari lingkungan perlu mendapat perhatian khusus. Jika dibiarkan, pencemaran lingkungan tidak bisa dibendung lagi.

Tahun ini, pengawasan terhadap perusahaan yang membuang limbah mencemari lingkungan lebih maksimal. Pasalnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sidoarjo sudah mempunyai Laboratorium uji limbah cair.

Dengan adanya Lab uji limbah cair ini, BLH bisa langsung menguji limbah sendiri. “Sudah seharusnya kita mempunyai laboratorium uji limbah cair sendiri,” ujar Kepala BLH Sidoarjo, Siswojo.

BLH Sidoarjo mengajukan permohonan memiliki balai akreditasi lab disetujui KAN (Komite Akreditasi Nasional). Saat ini piranti uji lab sudah disiapkan untuk mendukung operasional uji limbah cair tersebut.

Balai uji lab untuk limbah cair ini akan memberi kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah). Seluruh perangkat keras pengujian limbah cair itu sudah ditempatkan di ruang khusus. Perangkat itu merupakan bantuan pemerintah pusat.

BLH Sidoarjo menerima bantuan pusat itu dalam bentuk sudah jadi. Tinggal menambah sedikit menambah kekurangan alat maka balai uji lab sudah bisa melayani kebutuhan industry akan kualitas limbah cair yang dihasilkan pabrik.

Siswojo menambahkan, selama ini seluruh industry di Sidoarjo yang jumlahnya ribuan perusahaan melakukan uji lab limbah cair COD dan BOD nya di BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan).

Menurut Siswoyo, Sidoarjo sebenarnya sudah sangat terlambat memiliki uji lab. Pemkab Mojokerto dan Surabaya sudah lama memiliki balai ini.

Padahal jumlah industry Sidoarjo tidak kalah jumlahnya dengan Mojokerto dan Surabaya. Karena itu BLH Sidoarjo ingin cepat bergerak melayani kebutuhan uji limbah ini secara mandiri sehingga pabrik Sidoarjo tidak perlu jauh-jauh untuk dapat menguji kualitas limbah industrinya.

Balai uji lab ini menempati bangunan belakang di BLH. Sebenarnya bangunan ini kurang representative karena harus didukung dengan ruang tunggu, ruangan bebas rokok dan kantin.
Namun BLH menggunakan lorong tengah untuk dijadikan ruang tunggu. Dengan uji lab, maka hasil dari pengujian ini nantinya bisa digunakan sebagai barang bukti bagi penyidik dalam memperkarakan industry pencemar lingkungan. Dokumen pengujian seluruh pabrik akan tersimpan dan akan bisa digunakan apabila dibutuhkan penyidik.

Perusahaan yang mengeluarkan limbah cair wajib hukumnya melakukan uji lab. BLH akan mengeluarkan surat edaran untuk mempertegas kewajiban industry memiliki sertifikasi uji lab.

Sayangnya, untuk menunjang operasional laboratorium, BLH masih kekurangan tenaga sarjana teknik kimia untuk mengelola balai uji lab tersebut. “Tenaga kita memang masih terbatas,” tandas Siswojo. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *