PKL Ancam Dinas Pasar

Januari 27, 2015

 

Ketua Komisi B, Kayan, SH dan Sekretaris Komisi B, Sudjalil saat memimpin haering PKL Krian. (editor : kaji dar)

Ketua Komisi B, Kayan, SH dan Sekretaris Komisi B, Sudjalil saat memimpin haering PKL Krian. (editor : kaji dar)

Bila Seminggu Tidak Ada Solusi, Ancam Kembali Jualan ke Jalan Raya Krian

(SIDOARJOterkini)-Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Merah Putih di Jalan Raya Krian yang direlokasi ke Pasar Baru Krian (PBK) mengancam akan pindah lagi berjualan ke Jalan Raya, bila Dinas Pasar Sidoarjo tidak memberi solusi menyediakan tempat berdagang bagi mereka. Ancaman mereka memberikan deadline (batas waktu) dalam seminggu kepada Dinas Pasar Pemkab Sidoarjo.

Ancaman itu terkuak pada hearing (dengar pendapat) yang difasilitasi Komisi B DPRD Sidoarjo, Selasa (27/01/2015). Hadir dalam hearing tersebut, perwakilan PKL Merah Putih, tampak Imam dan Mamad beserta belasan perwakilan lainnya. Imam dan Mamad merupakan pemuda dan koordinator PKL Merah Putih untuk memperjuangkan nasib para PKL.

Dari pihak kecamatan Krian, hadir Camat Ny. Agustin beserta Forpimcam serta Seksi Trantib Kecamatan Krian. Sedangkan pihak Dinas Pasar,  Kepala Dinas Pasar, Ny. Dian Wahyuningsih disayangkan tidak bisa hadir pada pertemuan itu. Kepala Dinas Pasar hanya mewakilkan stafnya, sehingga pertemuan mencari solusi tidak belum ada titik temu.

Sedangkan dari Komisi B, yang berupaya memfasilitasi rakyat PKL ini, tampak Ketua Komisi B, Kayan, SH, Sekretaris Komisi B, Sudjalil, Mulyono dan Khoirul Huda serta anggota lainnya sangat serius memperjuangkan rakyat kecil ini.

Sekretaris Komisi B, Sudjalil  memahami terpuruknya nasib sekitar 150 PKL Merah Putih sejak ditertibkan yang semula berjualan di Jalan Raya Pasar Krian, dagangan mereka ramai. Namun setelah direlokasi ke Pasar Krian Baru, dagangan mereka menjadi sepi. Otomatis pendapatan mereka menjadi turun drastis.

“ Sehingga wajar bila mereka mengancam akan pindah berjualan ke Jalan Raya lagi. Saya berharap, Dinas Pasar dalam seminggu mampu untuk mencarikan solusi bagi mereka untuk berjualan. Sehingga kesejahteraan ratusan PKL ini kembali seperti semula,”tutur politisi PDIP dari Krian ini.

Ketidakhadiran Kepala Dinas Pasar, Ny. Dian Wahyuningsih sangat disayangkan oleh Sudjalil. Karena masalah tersebut sangatlah penting, mengingat sangat menentukan nasibnya wong cilik. “Persoalan ini sangat serius, kami berharap Kepala Dinas Pasar untuk pro aktif menyelesaikannya,”tegas Sudjalil.

Selain sepi, yang menyebabkan relokasi PKL di Pasar Krian Baru menjadi tidak krasan berjualan. Karena tidak kuat membeli stan atau toko di Pasar Krian Baru. Apalagi pengelola Pasar Krian Baru ada dua managamen. (st-kaji dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *