MUI Tak Percaya Jika Alquran Raksasa Tiba-tiba Muncul

Januari 14, 2015
Warga berjubel ingin melihat Alquran raksasa dirumah Anang

Warga berjubel ingin melihat Alquran raksasa dirumah Anang

(PORONGterkini)-Alquran raksasa di rumah Anang Asriyanto warga RT 12 RW 03 Desa Glagaharum, Kecamatan Porong memang membuat geger. Apalagi, pemiliknya mengklaim jika kitab suci umat Islam itu jatuh dari atas saat istigasah (doa bersama) di rumah itu.

Warga dari wilayah Porong dan sekitarnya berdatangan ke rumah Anang untuk melihat Alquran dengan tinggi 2 meter, lebar 2,40 meter, tebal 15 cm dan berat sekitar satu kwintal itu. Bahkan, saking banyaknya pengunjung polisi akhirnya memasang police line.

Pemilik Alquran juga menaruh kotak di halaman rumah untuk sumbangan sekadarnya kepada pengunjung yang datang. Warga yang masuk ingin melihat Alquran raksasa itu menyisihkan uang mengisi kotak amal.

Karena mendapat informasi jika Alquran raksasa sesuai pengakuan pemiliknya jatuh dari atas saat istigasah tentu saja membuat banyak pihak tak percaya begitu saja. Termasuk Kades Glagaharum Kusminanto.

Bahkan, Kusminanto sempat menghalau warga yang berbondong-bondong ingin melihat Alquran raksasa tersebut. “Hayo bubar jangan percaya tahayul,” ujarnya.

Namun, warga yang penasaran tetap saja melihat Alquran raksasa itu. Banyak juga warga yang mengintip dari jendela rumah untuk melihat Alquran tersebut.

Menurut pengakuan Anang, Alquran itu jatuh di kamarnya saat dia dan 50 jamaah lainnya menggelar istigasah Selasa, 2 Desember 2014 lalu. Salah satu jamaah seperti mendengar suara benda jatuh.”Awalnya jamaah sedang berdoa dan mendengar benda jatuh,” ujar Anang.

Ketika memeriksa sekeliling rumah tidak apa-apa. Namun, ketika memeriksa kamar Anang melihat ada benda panjang dibungkus kain hitam yang ternyata Alquran.

Jika Alquran itu jatuh dari atas tentunya atap rumah atau plafon akan berlubang. Anehnya tidak ada kerusakan pada genting atau plafon serta lantai yang beralaskan karpet.

Agar tidak menimbulkan keresahan dan persepsi negatif, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo yang langsung ke rumah Anang. Ketua MUI Sidoarjo KH Usman Bahri dan anggota lainnyabdatang untuk melihat kebenaran mushaf tersebut.

Setiba dilokasi, KH USman Bahri yang juga membawa Alquran kecil itu langsung melakukan pencocokan satu persatu huruf hijaiyah dan lafadz yang ada dalam Alquran dengan tulisan tangan tersebut. Ternyata, setelah dicocokkan, menemukan ada satu kalimat yang kelebihan yang berbunyi ‘unzila’ yang diulang dua kali (secara berjajar) dalam ayat ke empat di surat Albaqarah.

Pada ayat nomor empat dalam surat Albaqarah, ada lafadz ‘unzila’ ditulis dua kali secara berjajar. “Ada tiga lafadz ‘unzila’ dalam ayat keempat surat Albaqarah itu,” jelas KH Usman Bahri.

Usman kemudian membaca ayat dalam surat Albaqarah yang benar seharusnya berbunyi ‘walladziina yukminuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila min qablika wabil aakhirati hum yuuqinuun. Namun di Alquran raksasa tertulis walladziina yukminuuna bimaa unzila unzila ilaika wamaa unzila min qablika wabil aakhirati hum yuuqinuun.

Meski demikian, Usman tidak menampik itu benar mushaf Alquran yang ditulis dengan tangan. Namun dia tidak sependapat jika Alquran itu datangnya secara jatuh disuatu ruangan atau kamar. “Saya tidak percaya kalau Alquran itu tiba-tiba datang atau jatuh dari atas kebawah,” tandasnya.

Untuk itulah, temuan Alquran ini disikapi. Khawatirnya muncul ada keyakinan yang tidak-tidak atau sesuatu hal lain dari masyarakat. “Saya mengusulkan kepada pihak terkait agar menyimpan Alquran tersebut,” pintanya. (st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *