Kesulitan Dana, Persida Wadul Dewan

Januari 7, 2015
Headline Indeks Olahraga   17 views
Ilustrasi

Ilustrasi

(SIDOARJOterkini)- Manajemen lama Persida wadul ke komisi D DPRD Sidoarjo. Mereka meminta legislatif dan eksekutif peduli dengan nasib tim berjuluk Laskar Jenggolo ini, karena kondisinya kekurangan dana.

Dengan dipimpin oleh Direktur PT Persida Bumi Jenggolo M Mahfud dan didampingi oleh Ketua KONI Sidoarjo Rochani, rombongan ditemui langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan didampingi oleh Ketua komisi D Usman. “Pada musim kompetisi divisi utama 2014, seluruh biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 2,8 miliar ditanggung sendiri oleh manajemen Persida,” ujar Direktur PT Persida Bumi Jenggolo M Mahfud.

Mahfud menambahkan, biaya sebesar itu hanya Komisaris PT Persida Bumi Jenggolo Ahmad Riyad dan manajemen lain menanggung semua pengeluaran. Diantaranya untuk pembelian sejumlah pemain dan akomodasi tim.

Bahkan, saat ini Persida masih nunggak gaji para pemain untuk satu bulan sekitar Rp 214 juta. Selain itu juga belum membayar sewa lapangan untuk satu pertandingan senilai Rp 6 juta.

Mafhud memahami jika sesuai aturan bahwa Pemkab Sidoarjo tidak boleh mendanai tim professional seperti Persida. Namun demikian, Pemkab Sidoarjo juga bisa membantu lewat cara lain untuk memenuhi kebutuhan anggaran tim Persida pada musim kompetisi 2015.

Karena itulah, managemen Persida mengadukan kondisi yang dialami kesebelasan milik Sidoarjo itu. “Kami hanya ingin kepedulian dari Pemkab Sidoarjo terhadap tim asli Sidoarjo ini,” harap Mahfud.

Pemkab bisa membantu dengan berbagai cara. Di antaranya, dengan keringanan retribusi penyewaan lapangan untuk bertanding maupun latihan.

Selain itu, Pemkab juga bisa membantu lewat koordinasi dengan ribuan perusahaan di Sidoarjo untuk ikut serta membantu Persida. Dengan demikian, Persida tetap bisa berkiprah dan menjadi kebanggaan warga Sidoarjo.

Terkait kebutuhan, selama musim kompetisi 2015 Persida membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5-Rp 2 miliar. Dana tersebut untuk gaji pemain dan biaya akomodasi saat tandang di Jawa maupun luar pulau.

Sedangkan kompetisi divisi utama yang dimulai April nanti harus segera dipersiapkan. Jika anggaran dan manajemen belum terbentuk, persiapan pemain jelas mepet. Bahkan, Persida juga terancam terdegradasi jika tidak sanggup mengikuti divisi utama.

Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan mengaku masih akan mengkaji opsi-opsi yang ditawarkan dari Persida kepada Pemkab Sidoarjo.Termasuk mencari masukan dari tim lain yang sudah berkembang dengan turun tangannya pemerintah daerah setempat.

Pada prinsipnya, lanjut Sullamul, pihaknya siap membantu. Namun harus tahu caranya agar tidak melanggar aturan.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Usman juga mengaku akan mencari solusi terbaik terkait nasib Persida. Pihaknya juga meminta kepada manajemen Persida untuk bertemu dengan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah agar ada tindakan yang nyata nanti dari Pemkab Sidoarjo.

Komisi D juga akan mengundang pihak terkait agar ada solusi. “Atas kesulitan yang dihadapi Persida, biar bisa didorong bupati terutama soal CSR,” tandas Usman. (st-14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *