Pesawat Air Asia Jatuh, 155 Penumpang Hilang

Desember 29, 2014
Ekbis Headline Indeks   15 views
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah melihat daftar penumpang pesawat Air Asia yang diduga jatuh

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah melihat daftar penumpang pesawat Air Asia yang diduga jatuh

(SEDATIterkini)- Pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura hilang kontak di sekitar kepulauan Belitung dan Tanjungpandan, Kalimantan. Pesawat yang dipiloti Kapten Irianto dan Co Pilot Remi Emmanuel tersebut berangkat dari Bandara Juanda II, sekitar pukul 05.20 WIB.

Harusnya, pesawat yang membawa penumpang sebanyak 155 itu tiba di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat atau sekitar pukul 07.30 WIB.

Namun, pesawat dengan  penumpang terdiri dari 138 dewasa, 24 anak dan 1 bayi itu hilang kontak sekitar pukul 06.12 WIB. Sebelum hilang kontak, pilot sempat berkomunikasi dengan pihak bandara.

Pesawat Airbus 320 ini d loss contak didaerah Tanjung Pandan Kalimantan. Belum diketahui penyebab pesawat loss contak.

GM Air Nav Juanda Tri Basuki menegaskan jika Air Asia  menggunakan route international  loss off communication dengan pemandu Jakarta control area. “Informasi awal yang kita terima seperti itu,” tandasnya.

Demikian pula diungkapkan General Manager Angkasa Pura I Trikora Harjo, saat kontak terakhir dengan pihak bandara  pesawat sempat melintasi awan tebal.

Saat itu posisi pesawat 32.000 kaki dan minta ijin untuk menaikkan posisi ke 38.000 kaki. Setelah itu tidak bisa dikontak lagi.

Trikora menegaskan sebelum berangkat pesawat tidak ada masalah.”Berangkat dari Juanda tidak ada masalah sudah terbang 1 jam 15 menit,” tandasnya.

Untuk mencari pesawat,  pihak-pihak terkait menurunkan tim menuju posisi lokasi pesawat saat loss contak. Diantaranya Lanudal Juanda, juga menerjunkan dua pesawat ke titik dimana pesawat kehilangan kontak.

Komandan Wing Puspenerbal Lanudal Juanda, Letkol Laut Edwin menjelaskan jika pihaknya sudah menuju ke kawasan Tanjungpandan dan Belitung. “Dua pesawat yang kita terjunkan dari Juanda dan TNI-AL Tanjung Pinang. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda pesawat tersebut.

Kendala pencarian, lanjut Edwin, tim pencari terhadang awan tebal. “Selain TNI-AL dan SAR, pencarian juga dilakukan oleh TNI-AU dan pihak terkait lainnya.

Ditanya, apakah pencarian tidak melibatkan pihak asing?. Edwin mengaku lokasi hilangnya pesawat masih di teroterial Indonesia. “Sejauh ini saya belum mendapat informasi jika pencarian melibatkan pihak asing,” tandasnya.

Kedatangan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jawa Timur sebenarnya ada beberapa agenda. Salah satunya meninjau rel KA di kawasan dekat Lumpur Lapindo, Kecamatan Porong.

Namun, setibanya di Bandara Juanda Ignatius Jonan mendapat kabar jika pesawat Air Asia kehilangan kontak. Sekitar pukul 11.30 WIB, Menhub melihat langsung keluarga korban di ruang Crisis Center Air Asia yang berada di ruang kantor Angkasa Pura I terminal II.

Menhub Ignasius Jonan mengatakan semua akan dilibatkan mencari Air Asia. Selain TNI, Basarnas juga tim SARvdari Singapura juga bergerak. “Termasuk kapal-kapal di perairan sekitar lokasi hilangnya kontak pesawat juga bergerak,” tandasnya.

Menhub menambahkan, pihaknyabakan memberikan informasi kepada keluarga secara periodik. Keluarga juga diperbolehkan untuk menginap di crisis center.

Jonan juga meminta semua pihak tidam perlu berasumsi negatif. “Kita tetap usaha keras untuk melakukan pencarian,” tambahnya.

Demikian pula diungkapkan GM Angkasa Pura 1 Trikora Harjo. Pihaknya membuka tenda untuk keluarga korban yang datang mencari informasi di crisis center.

Meski demikian, keluarga penumpang yang ingin tahu informasi melalui telepon, Angkasa Pura juga membuka call center 0318690945 dan 8690855. Keluarga penumpang juga disiapkan hotel di Terminal 1 Bandara Juanda.

Pesawat tersebut membawa 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak , satu bayi dan tujuh orang awak kapal. Sedangkan untuk jumlah bagasi yang tercatat 106 koli dengan berat total 1.305 kg.

Sebanyak enam warga negara asing (WNA) ikut hilang bersama pesawat AirAsia QZ 850 rute Surabaya-Singapura di atas wilayah Tanjung Pandan, Kalimantan Selatan. Enam warga negara asing tersebut, masing-masing adalah satu orang warga Jerman, satu orang warga Singapura, satu orang warga Malaysia dan tiga orang warga Korea Selatan.

155 penumpang yang terdiri dari 149 WNI dan enam WNA dengan rincian 138 orang dewasa,16 anak-anak dan satu balita. Selain itu juga ada tujuh orang awak kapal yang terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan satu orang teknisi

Data awak pesawat sebagai berikut, yakni Capt Irianto, First Officer : Emmanuel Plesel, Senior Fight Attendant : Wanti Setiawati. Kemudian Flight Attendant : Khairunisa Haidar Fauzi, Flight Attendant : Oscar Desano, Flight Attendant : Wismoyo Ari Prambudi serta Saiful Rakhmad. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *