Baru Sepekan Digelar, Proyek Aspal Jalan Dikerjakan Istri Anggota Dewan Sudah Pecah

Desember 11, 2014
Teks : Tampak aspal sudah retak/pecah sekitar 2 meter dan pengerjaan penahan jalan sudah retak. Jalan ini sangat sepi jarang dilewati kendaraan, namun aspal sudah sleding dan pecah. (foto : kaji dar)

Teks : Tampak aspal sudah retak/pecah sekitar 2 meter dan pengerjaan penahan jalan sudah retak. Jalan ini sangat sepi jarang dilewati kendaraan, namun aspal sudah sleding dan pecah. (foto : kaji dar)

Diduga Tonase Kurang 100 Persen

(WONOAYUterkini)-Pekerjaan proyek rekanan bernama Fitri terkenal berkualitas baik. Isu positif yang berkembang itu menjadi patah, karena berdasarkan kroscek dilapangan. Pekerjaan proyek Fitri amburadul. Proyeknya dikerjakan asal-asalan.

Proyek istri Dhamroni Chudori, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo yang terkesan dikerjakan asal-asalan saat mengerjakan proyek pembangunan jalan aspal dan penahan jalan. Lokasinya sepi ditengah sawah kanan-kiri tanaman tebu. Diruas jalan Wonokasian tembus jalan Lambangan, Kecamatan Wonoayu.

Pembangunan jalan aspal senilai Rp. 400 juta itu baru pekan lalu digelar, namun ada aspal yang sleding hingga pecah dengan panjang sekitar 2 meter. Diduga, tonase aspal saat menggelar kurang dari 100 persen.

Sementara kondisi penahan jalan kanan-kiri pengerjaannya diduga bahan campurannya dikurangi. Sehingga kualitas penahan jalan yang terbuat dari batu cor semen itu sudah mengalami retak-retak.

Fitri saat dikonfirmasi mengakui pekerjaannya itu terjadi sleding. Dia sendiri sudah memberi tahu kepada Dinas PU Bina Marga Sidoarjo. “Kan ada pemeliharaan, nanti saya perbaiki,”ujarnya.

Dhamroni sendiri saat dikonfirmasi mengaku terima kasih atas informasinya. Anggota dewan dari Fraksi PKB itu akan menginformasikan kepada Lukman pelaksananya untuk segera kroscek lapangan, untuk dilakukan perbaikan.

Sementara Kabid Perencanaan dan Pembangunan DPU Bina Marga, Yudi Tetra dikonfirmasi mengaku akan cek lokasi terlebih dahulu. “Oke, kita cek dulu,”ujarnya melalui pesan pendek singkat selulernya.

Anggota Komisi C, M. Nizar, SH mengkritik keras terhadap rekanan/kontraktor yang mengerjakan proyek asal-asalan. Politisi Golkar ini minta kepada dinas agar memblacklist (daftar hitam) bagi kontraktor yang mengerjakan proyek dengan uang rakyat, dikerjakan seenaknya.

“Jeleknya kualitas proyek, tidak hanya kontraktor yang bertanggungjawab. Pengawas dan konsultan pengawas harus bertanggungjawab. Kalau kualitas proyek jelek, bisa lolos pencairan termin, berarti diduga ada main mata,”pungkas M. Nizar, SH. (st-kaji dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *