Menpora Ngemis Doa Kepada Kiai dan Ulama Sidoarjo

Desember 1, 2014
Headline Indeks Olahraga   100 views
Menpora Imam Nachrawi, bersama tokoh masyarakat Jabon, H Bung, Gus Kancil saat di rumah KH Rofiq Siradj

Menpora Imam Nachrawi, bersama tokoh masyarakat Jabon, H Bung, Gus Kancil saat di rumah KH Rofiq Siradj

(JABONterkini)-Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi, S.Ag, “Ngemis Doa” kepada para kiai dan ulama se-Sidoarjo. Hal itu dilakukan karena beratnya amanah yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), untuk menduduki jabatan Menpora.
Ngemis doa tersebut diungkapkan dihadapan puluhan kiai yang menghadiri Haul Almaghfurlah KH. Sirodj Kholil ke 25 dan Ibu Nyai Hj. Romlah orang tua KH. Ahmad Rofiq Siradj (Gus Rofiq) pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Putri Al Hikmahtul Hidayah, Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sabtu malam (29/11/2014).

“Mumpung banyak para kiai dan ulama disini. Tidak saya sia-siakan untuk “Ngemis Doa”  untuk mendoakan saya. Supaya saya mampu menjalani jabatan Menpora yang berat ini bisa lancar, membawa prestasi olah raga dan berakhir dengan khusnul khotimah,”harap mantan Sekjen DPP PKB ini.

Sekitar satu bulan Imam Nahrawi dipercaya menjabat Menpora. Namun sudah menghadapi masalah. Hampir kalahnya Timnas melawan Philipina, tambah membuat hempasan politik baginya. Diakuinya, jabatan Menpora dirasakan memang bukan sesuai bidang ilmu sekolahnya.

“Sekolah saya lulusan S.Ag. Atau Sarjana Agama. Ditaruh untuk jabatan Menpora. Tentu banyak yang mengolok-oloknya. Tapi Pak Presiden Jokowi dan Pak Wakil Presiden Jusuf Kalla tentu mempunyai niat mulia atas semua ini,”tutur Imam Nahrawi.

Olah raga yang digemari masyarakat adalah olah raga sepak bola. Dan kompetisi sepakbola baik di Indonesia dan dunia dikuasai oleh Bandar-Bandar (BD) perjudian. Skor bisa diatur oleh BD-BD judi. “Mungkin maksud mulia inilah yang dipikirkan Pak Presiden Jokowi dan Pak Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangkat Menpora Sarjana Agama untuk membenahi moral sepakbola di Indonesia. Tugas ini kan berat, oleh karena itu saya Ngemis Doa kepada para kiai. Agar beban berat ini bisa jadi sukses dan berakhir dengan khusnul khotimah,”pungkas keponakan Gus Rofiq ini. (St-kaji dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *