Beli Mobil Mewah Terancam Gagal Lagi, Bupati Pasrah

November 20, 2014
Ilustrasi

Ilustrasi

(SIDOARJOterkini)-Harapan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah agar pemkab mempunyai mobil mewah tampaknya belum bisa terpenuhi. Pasalnya, pengadaan mobil mewah senilai Rp 1.318.000.000,00 dikhawatirkan batal lelang.

Bahkan,mSaiful Ilah mengaku pasrah jika rencana membeli mobil mewah jenis minibus tersebut tidak terealisasi karena dianggap tidak berlebihan. “Mobil itu rencananya untuk tamu pemkab,” ujarnya.

Saiful Ilah mengaku cukup perlu membeli mobil itu karena Pemkab Sidoarjo banyak tamunya. Mobil itu rencananya akan digunakan untuk menjemput tamu dari Bandara Juanda ke Sidoarjo dan keperluan tamu lainnya.

Jika nantinya mobil mewah itu benar-benar tidak jadi dibeli, Saiful Ilah mengaku akan membeli dengan uang pribadi. “Kalau pakai uang APBD tidak boleh, ya saya akan beli dengan uang saya sendiri,” tegasnya.

Rencana pembelian mobil mewah tersebut sebenarnya sudah dianggarkan di APBD 2013 lalu, namun saat dilelang tidak ada yang berani menawar. Meski demikian, dalam APBD 2014 ini juga dianggarkan lagi dengan nilai yang sama.

Bagian Umum melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) haru melelang ulang pengadaan mobil mewah tersebut. Surat pernyataan gagal lelang dikeluarkan tanggal 16 Oktober dan lelang ulang mulai digelar 20 Oktober, namun sejauh ini belum ada penawaran juga.

Rekanan tidak memasukkan penawaran tender pengadaan minibus tersebut salah satunya karena beberapa waktu lalu ratusan proyek di Pemkab Sidoarjo disorot oleh BPKP karena terindikasi korupsi. Sedangkan pengadaan mobil mewah tersebut dikhawatirkan bermasalah karena nilainya terlalu besar.

Mobil jenis minibus yang ditenderkan tersebut informasinya sejenis Toyota Alphard, Nissan Elgrand dan lainnya. Sedangkan dalam tender ulang saat ini sudah ada empat penyedia yang sudah mengikuti lelang, namun masih dalam proses.

Kepala Bagiam Umum Pemkab Sidoarjo Imam Mukri saat dikonfirmasi terkait pengadaan mobil mewah tersebut mengakui jika saat ini masih proses lelang. “Masih proses lelang,” ucapnya singkat.

Sedangkan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sidoarjo, Beny Airlangga saat mengakui jika sebelumnya tender pengadaan mobil itu batal lelang karena tidak ada yang memasukkan penawaran. Saat ini sudah ada empat penyedia yang sudah mendaftar tapi belum memasukkan penawaran. “Rekanan belum memasukkan penawaran,” jelasnya. (st-12/kaji dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *