Program Prona, BPN Selesaikan 3500 Sertifikat

November 19, 2014

 

Kepala BPN Sidoarjo, Nandang Agus Taruna saat menyerahkan sertifikat tanah milik warga Desa Kupang

Kepala BPN Sidoarjo, Nandang Agus Taruna saat menyerahkan sertifikat tanah milik warga Desa Kupang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* 500 Sertifikat Warga Desa Kupang Dibagikan

(JABONterkini)- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidarjo menuntaskan program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) sebanyak 3500 bidang sertifikat. Terakhir, sertifikat tanah warga Desa Kupang, Kecamatan Jabon yang dibagikan.

Sebenarnya warga Desa Kupang, sudah lama ingin menyertifikatkan tanahnya. Namun, mereka beralasan jika mengurus sendiri tidak tahu caranya dan khawatir selesainya lama.

Ketika ada program Prona yang digelar BPN Sidoarjo, warga Desa Kupang antusias untuk menyertifikatkan tanahnya.”Sebenarnya masih banyak warga disini yang akan menyertifikatkan tanahnya, tapi kuota dari BPN hanya 500 bidang,” ujar Sekretaris Desa Kupang, Isman, disela-sela penyerahan sertifikat di balai desa setempat.

Isman menambahkan, warganya banyak yang menyertifikatkan tanahnya salah satu alasan karena ingin legalitas tanahnya.  Warga ingin mempunyai surat tanah yang lebih kuat berupa sertifikat, apalagi pengurusannya langsung ditangani tim. “Ketika tahu kita mengajukan Prona Pebruari lalu, banyak warga yang mendaftar. Karena terbatas, banyak warga yang tidak diikutkan,” tandas Isman.

Untuk itulah, Kepala Desa Kupang Suryadi berharap agar desanya bisa mendapat program Prona lagi tahun depan. Dengan demikian, warga yang saat ini belum menyertifikatkan tanahnya bisa menyusul tahun depan dengan cara kolektif juga.

Pada program Prona kali ini, dari sebanyak 500 bidang tanah yang disertifikatkan, saat penyerahan yang dilakukan oleh Kepala BPN Sidoarjo Nandang Agus Taruna dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah selesai 416. “Sisanya sebanyak 84 masih dalam proses karena masih ada kendala administrasinya yang kurang,” ujar Suryadi.

Sementara itu, Kepala BPN Sidoarjo Nandang Agus Taruna mengatakan untuk program Prona tahun ini kuota di Sidoarjo sebanyak 3500 bidang. Oleh karna itu, pihaknya membagi di beberapa desa yang tahun sebelumnya belum tersentuh Prona.

Nandang menjelaskan, penyerahan sertifikat di Desa Kupang merupakan yang terakhir dari program Prona di Sidoarjo tahun 2014 ini. “Tahun ini program Prona di Sidoarjo berjalan lancar. Saya berharap tahun depan tetap ada program seperti ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan dialog dengan Menteri Agraria Fery Mursidan Baldan melalui teleconfrence yang saat itu berada di Surabaya. “Sebenarnya, Pak menteri mau datang kesini, tapi ada keperluan mendadak sehingga tidak bisa kesini,” jelas Nandang.

Meski berdialog jarak jauh, dalam kesempatan itu warga berharap agar program Prona bisa dilanjutkan karena sangat membantu warga dalam pengurusan sertifikat tanah. Terutama untuk warga pedesaan yang banyak tidak seberapa paham dalam mengurus sendiri sertifikat tanah.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, di Sidoarjo masih banyak yang tanahnya belum besertifikat. Dengan program Prona ternyata cukup membantu warga dalam pengurusan sertifukat. “Kalau tanahnya sudah besertifikat akan lebih tenang. Sertifikat juga bisa untuk jaminan pinjam modal usaha di bank,” ujarnya.

Namun, lanjut Saiful Ilah yang lebih penting adalah, jika sewaktu-waktu terjadi bencana warga sudah mempunyai bukti kuat kepemilikan tanah. “Belajar dari kasus semburan lumpur, warga yang punya sertifikat proses jual belinya lebih mudah, dibandingkan yang letter C dan petok D,” tandasnya. (st-Kaji Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *