Ketua Dewan Tepis Isu Minor

November 19, 2014

Beli Ekskavator Rp. 4,6 M Bukan Untuk Normalisasi Tambak Sang Penguasa Saja

Ketua DPRD Sidoarjo, H. Sullamul Hadi Nurmawan sapaan karibnya, H. Wawan. (editor : kaji dar)

Ketua DPRD Sidoarjo, H. Sullamul Hadi Nurmawan sapaan karibnya, H. Wawan. (editor : kaji dar)

(SIDOARJOterkini)-Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (DPU Pengairan) Pemkab Sidoarjo anggaran tahun ini, membeli alat berat ekskavator seharga Rp. 4, 6 miliar. Kini, alat berat tersebut sudah diuji coba dikawasan Jalan Lingkar Timur (JLT). Pembelian ekskavator pengadaannya dengan model e-katalok.

Sehingga antara HPS (Harga Penawaran Sementara) dengan penawaran rekanan, nilainya hampir sama. Pengadaan 1 unit ekskavator seharga Rp. 4, 6 miliar ini atas persetujuan Banggar (Badan Anggaran) DPRD Sidoarjo, masa jabatan 2009-2014. Lantas untuk apakah fungsi dari pembelian ekskavator tersebut?

Dari sisi lain, berhembus pembelian ekskavator adalah untuk melakukan normalisasi tambak milik sang penguasa. Karena sang penguasa memiliki tambak sangat luas. Apalagi hembusan yang mengusulkan anggaran pengadaan ekskavator dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB).

Untuk menepis hembusan minor tersebut. Ketua DPRD Sidoarjo, H. Sulamul Hadi Nurmawan, yang notabene dari FKB, Rabu (19/11/2014) angkat bicara. H. Wawan, demikian sapaan ketua dewan mengatakan bahwa pembelian ekskavator bertujuan untuk digunakan melakukan normalisasi sungai yang dangkal diseluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

“Nantinya, kedepan, proyek normalisasi sungai sudah tidak ada lagi. Dan ini sangat menghemat uang rakyat. Ekskavator bisa digunakan mobile setiap dibutuhkan untuk mengeruk sungai dangkal. Hanya membeli solar saja. Namun, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) atau DPU Pengairan masih belum berani melaksanakannya soal pembelian solarnya,”tegas H. Wawan, satu-satunya ketua dewan yang mau ngobrol-ngobrol diruang wartawan tadi sore.

Jadi tidak benar jika pengadaan alat berat ekskavator hanya untuk melayani normalisasi tambaknya sang penguasa, tambah H. Wawan. (st-kaji dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *