Tujuh Kecamatan Berpotensi Angin Puting Beliung

November 18, 2014

 

PENGADAAN ALAT PENANGANAN BENCANA-Wakil Bupati Sidoarjo MG Hadi Sutjipto meninjau pengadaan alat penanganan bencana dari BPBD. (foto : st-14/editor : kaji dar)

PENGADAAN ALAT PENANGANAN BENCANA-Wakil Bupati Sidoarjo MG Hadi Sutjipto meninjau pengadaan alat penanganan bencana dari BPBD. (foto : st-14/editor : kaji dar)

(SIDOARJOterkini)–Sebanyak tujuh kecamatan berpotensi terserang angin puting beliung. Bencana alam tersebut berpotensi kembali terjadi di Sidoarjo jelang musim hujan saat ini. Selain puting beliung, bencana banjir dan kebakaran serta tanggul jebol juga masih mengancam Kota Delta.

Wakil Bupati Sidoarjo MG Hadi Sutjipto dalam workshop kebencanaan peran stakeholder dalam pengurangan resiko bencana dan penanganan bencana, kemarin (18/11) di The Sun Hotel menegaskan jika Sidoarjo masih kawasan rawan bencana. “Sidoarjo masuk dalam kawasan berpotensi bencana yang perlu mendapatkan perhatian,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, Sidoarjo masuk dalam daerah yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi untuk terjadi bencana. Dari 498 kabupaten/kota, Sidoarjo masuk peringkat 298 yang berpotensi bencana. Karena itu, kewaspadaan sangat diperlukan dari masing-masing stakeholder. “Ada atau tidak bencana tetap harus siap,” katanya.

Menurutnya, sejumlah bencana yang mengancam Sidoarjo harus diantisipasi sejak dini. Puting beliung, banjir, kebakaran dan tanggul lumpur jebol harus diwaspadai karena menjadi ancaman bagi Sidoarjo. “Khusus untuk puting beliung biasanya terjadi di sejumlah wilayah kecamatan,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.

Dia menambahkan, setidaknya ada tujuh kecamatan yang berpotensi terkena puting beliung. Yakni, Sedati, Waru, Krian, Wonoayu Sukodono, Taman dan Tanggulangin. Kawasan tersebut sering diserang puting beliung yang mengakibatkan terjadinya kerusakan. “Karena itu harus ada antisipasi agar masyarakat bisa waspada,” jelasnya.

Sedangkan untuk banjir, katanya, ada sejumlah titik yang terjadi genangan air saat hujan deras. Diantaranya di kawasan Waru dan Sedati yang beberapa waktu lalu terjadi genangan air yang cukup tinggi.

Dia berharap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo tanggap terhadap terhadap antsipasi terjadinya bencana. Baik itu secara personil dan alat kelengkapan tanggap darurat. “Untuk anggaran sudah ada di BPBD dan anggaran tak tak terduga di DPPKA,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito mengatakan, antisipasi terhadap bencana menjadi priorotas BPBD. Sejumlah bencana yang diperkirakan akan terjadi sudah diantisipasi sejak awal oleh personil BPBD. “Kami sudah siap menanggulangi dan pelaksanaan tanggap darurat,” ucapnya.

Dia menambahkan, telah membentuk relawan srikandi tangguh yang menjadi naungan BPBD. Relawan tersebut akan diterjunkan untuk membantu korban bencana di sejumlah kawasan di Sidoarjo. “Tidak hanya relawan tetapi kami juga berharap semua stakeholder juga memahami penanganan bencana,” terangnya. (st-14/kaji dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *