Kritis, Lumpur di Tanggul Titik 73 Meluber

 

Petugas BPLS memasang sandbag dan memompa lumpur di kolam lumpur tutik 73.

Petugas BPLS memasang sandbag dan memompa lumpur di kolam lumpur tutik 73.

(PORONGterkini)-  Lumpur di kolam  titik 73, Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin yang meluber. Akibatnya, lumpur mengakir deras ke utara tanggul yang berdekatan dengan Sungai Ketapang.

Tanda-tanda jika lumpur akan meluber sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir. Aliran lumpur dari pusat semburan menuju utara semakin deras, sehingga lumpur sejak pagi mulai meluber melewati tanggul.

Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tidak bisa langsung menangani lumpur yang meluber dan harus minta izin korban lumpur terlebih dulu. Dalam beberapa bulan terakhir, korban lumpur melarang BPLS memperkuat tanggul karena pelunasan ganti rugi mereka belum dibayar.

BPLS tidak bisa memperkuat tanggul karena dilarang oleh warga. “Kalau memperkuat tanggul ketika kondisinya darurat saja yang diperbolehkan, seperti saat ini,” ujar Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo.

Dwinanto menjelaskan, luberan lumpur sejak lagi mengalir diatas tanggul sepanjang 10 meter. Untuk memperkuat tanggul, pihaknya memasang sandbag (karung pasir) diatas tanggul.

Sedangkan untuk mempercepat lumpur di kolam lumpur agar tidak meluber lagi, BPLS juga menyedot air lumpur dengan pompa.

Sebenarnya, lumpur dibeberapa kolam penampungan, seperti tanggul titik 73 banyak yang sudah kering. Namun, lumpur dari pusat semburan menyasar membuat alur sendiri mengalir ke selatan dan ke utara.

Ketika aliran lumpur ke utara semakin deras, kolam lumpur di sisi utara akan penuh. Selama ini BPLS juga mengalirkan lumpur ke Sungai Ketapang, karena dengan cara itu satu-satunya yang bisa dilakukan agar lumpur di kolam tidak penuh. “Kita juga tidak bisa membuang lumpur ke Sungai Porong, jadi lumpur dari pusat semburan menumpuk di kolam penampungan,” jelas Dwinanto. (st-12)