Komnas HAM Selidiki Kematian Imron

November 11, 2014

 

(SIDOARJOterkini)

Warga Kebonagung blokade jalan, untuk melampiaskan kekecewaan atas kematian Imron Zainuddin.

Warga Kebonagung blokade jalan, untuk melampiaskan kekecewaan atas kematian Imron Zainuddin.

-Mencuatnya kasus kematian Moch Imron Zainuddin warga Kebonagung Kec. Sukodono, membuat dua utusan Komnas HAM turun dan mendatangi Mapolres Sidoarjo Selasa (11/11/2014).

Dua komisioner itu Dianto Bahdianto dan Yunita staf di Komnas HAM itu ingin mengetahui secara langsung bagaimana kasus meninggalnya M. Imron Zainuddin saat dalam pengamanan di Mapolsek Sukodono Sabtu (31/11/2014) pekan lalu itu.

Kedatangan dua komisioner itu lansung diterima oleh Kapolres Sidoarjo AKBP Anggoro Sukartono SIK, Waka Polres Sidoarjo, Kompol  Dolly A. Primanto SIK, dan Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Rony Setyadi SIK. Mereka juga melakukan pertemuan secara terbuka di ruang Kapolres Sidoarjo.

Usai menemui pejabat Polres, Komnas HAM bertemu dengan pihak penyidik dari Provost Polres sidoarjo untuk mengetahui sejauh mana proses penyidikan berlangsung. Pertemuan tersebut berjalan sekitar satu jam dan selanjutnya masuk tiga orang anggota Polsek Sukodono .

“Kami tadi sudah mendengar keterangan dari pihak Polres Sidorjo terkait kasus ini. Hasil yang bisa kita dapatkan adalah pertama kami memberikan apresiasi terhadap transparansi Polres Sidoarjo,” kata Dianto.

Dia menyebutkan, dalam menangani kasus ini, pihaknya menemukan adanya indikasi kesalahan kode etik kepolisian yang dilakukan oleh anggota Polsek Sukodono yang menangani kasus korban.

Sejauh mana spesifikasi pelanggaran kode etik yang dilakukan polisi, Dianto mengatakan ada beberapa prosedur yang ‘ditabrak’ sehingga terindikasi adanya pelanggaran kode etik. “Misalkan, dalam penangkapan, tidak adanya administrasi atau surat penangkapan,” sebutnya.

Lalu sampai mana Komnas HAM terlibat dalam kasus ini? Dianto menegaskan pihaknya hanya memantau dan melihat apakah dalam kasus ini ada pelanggaran tentang HAM, dan apakah sudah sesuai prosedur yang dilakukan polisi.

“Kalau kita menemukan adanya penyimpangan akan kami lakukan rekomendasi kepada pihak kepolisian, seperti Kapolri,” tegasnya.

Dianto mengakui sampai saat ini kasusnya masih mengambang, hasil pastinya nanti setelah hasil otopsi keluar.

Setelah melakukan pertemuan di Mapolres Sidoarjo, Komisioner dan staf Komnas HAM bertemu dengan Dokter yang melakukan Otopsi jenasah korban dan selanjutnya mendatangi rumah korban. (ST-12/Kaji Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *