Khianati Koalisi, Gerindra Dilaporkan ke Sekber KMP

November 11, 2014
Ketua Fraksi PAN Bangun Winarso menunjukkan surat kesepakatan KMP dalam pembentukan AKD

Ketua Fraksi PAN Bangun Winarso menunjukkan surat kesepakatan KMP dalam pembentukan AKD

(SIDOARJOterkini)- DPC Partai Gerindra Sidoarjo dilaporkan ke Sekretariat Bersama Koalisi Merah Putih (KMP), karena dianggap berkhianat saat pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Pengkhiatan yang dilakukan kader Gerindra itu tatkala pembentukan AKD di DPRD Sidoarjo. Kalau itu, Gerindra sudah menandatangani kesepakatan untuk tetap di KMP. Kenyataannya, menjelang pembentukan AKD, Gerindra membelot dan malah mendukung parpol yang notabene bernaung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Gerindra meninggalkan Golkar, PBB, PPP dan PAN yang sejak awal konsekwen memenangkan KMP dalam pemilihan pimpinan AKD. Karena dikhianati, PAN dan Golkar akhirnya memilih melaporkan masalah itu ke Sekber KMP.

Perpecahan anggota Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD Sidoarjo tampaknya tak bisa dihindarkan. PAN dan Golkar akan melaporkan partai Gerindra ke Sekretariat Bersama KMP di Jakarta karena membelot terhadap KMP. Fraksi Gerindra membelot ke KIH yang mengakibatkan PAN dan Golkar tidak mendapatkan apapun di kursi pimpinan AKD.

Ketua fraksi PAN Bangun Winarso mengatakan, sikap fraksi Gerindra yang membelot dari KMP telah menciderai perjanjian yang dibuat sebelumnya. Perjanjian yang disepakati lima partai yakni PAN, Gerindra, Golkar, PBB dan PPP tersebut sepakat jika KMP tetap solid. “Diantaranya menyepakati pembagian alat kelengkapan yang proporsional,” ucapnya.

Kenyataannya, jutsru fraksi Gerindra membelot dengan tidak melakukan komunikasi jelang penentuan AKD. Padahal, diatas kertas mereka sudah tandatangan koalisi, bahkan sudah menentukan jatah piminan AKD yang proporsional.

Jika memang, Gerindra sejak awal tidak bergabung di KMP, lanjut Bangun, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi ketika sudah sepakat dan strategi sudah dibuat, Gerindra ternyata membelot demi mendapatkan jatah pimpinan AKD. “Padahal kalau KMP solid pimpinan AKD mayoritas bisa diraih dan pembagiannya proporsional,” tandas Bangun.

Dengan sikap Gerindra tersebut, PAN akan melaporkan ke sekretariat bersama KMP di Jakarta. Hal tersebut dilakukan agar Sekber KMP bertindak terhadap Gerindra Sidoarjo yang tidak solid mendukung KMP. “Gerindra menyalahi perintah pusat. Padahal di DPR RI KMP sangat solid, di DPRD malah membelot,” tambah Bangun.

Laporan yang ditujukan ke Sekber KMP itu, diharapkan DPP Gerindra akan tahu sikap dari DPC Gerindra Sidoarjo yang tidak sejalan dengan DPP. Sehingga sangat merugikan partai lain yang masih solid berada di barisan KMP.

Ketua fraksi Golkar Bintang Pembangunan, Warih Andono menambahkan sikap fraksi Golkar di DPRD Sidoarjo tunduk pada perintah DPP Golkar. Tetap berada di KMP untuk menyolidkan barisan. “Kami taati perintah pusat, tapi partai lain justru menelikung dan keluar dari KMP,” sesalnya.

Golkar juga sepakat dengan langkah PAN yang melaporkan sikap DPC Gerindra Sidoarjo yang membelot dari KMP. Hal tersebut, agar bisa dipahami dan menjadi pembelajaran Gerindra Sidoarjo. Sikap Gerindra tidak mencerminkan KMP yang solid, malah menelikung dari belakang. “Dalam politik itu apa saja bisa terjadi. Tapi ini konyol, sudah mendatangani kesepakatan malah membelot,” tandas Warih yang juga Ketua DPD Golkar Sidoarjo. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *