Kholik dan Usman Bertarung Berebut Ketua Komisi D

November 6, 2014

 

Abdul Kholik dan Usman

Abdul Kholik dan Usman

(SIDOARJOterkini)- Ada yang menarik dalam pemilihan pimpinan komisi. Dua anggota Fraksi PKB ternyata bertarung memperebutkan Ketua Komisi D, yakni Abdul Kholik dan Usman.

Majunya Abdul Kholik dalam bursa pemilihan ketua Komisi D tidak diprediksi sebelumnya. Bahkan, fraksi PKB tidak menyangka bakal terjadi perebutan diantar kadernya sendiri di Komisi D.

Abdul Kholik pada periode sebelumnya menjadi wakil ketua dewan. Dan, pada periode saat ini juga digadang-gadang sebagai ketua dewan, dan akhirnya harus merelakan ketua dewan dijabat Sullamul Hadi Nurmawan.

Meski bertarung sendirian, namun Abdul Kholik bisa menunjukkan kalau dia masih memperoleh suara. Bahkan, dia mendapat empat suara dan Usman enam suara, sedangkan satu suara abstain. “Pak Kholik ternyata masih mampu menunjukkan kalau dia bisa. Toh buktinya masih mendapat empat suara,” ujar salah satu anggota dewan yang enggan disebut namanya.

Sedangkan pemilihan pimpinam Komisi C dan A relatif singkat. Untuk Ketua Komisi C dijabat lagi oleh Nur Achmad Syaifudin dari PKB, Wakil Ketua Juana Sari dari Demokrat dan sekretaris, Imam Supii dari PDIP.

Untuk Ketua Komisi A dipegang oleh Wishnu Pradono dari FPDIP, Wakil Ketua, Kusman dari PKS-Nasdem dan sekretaris, Syaiful Maali dari PKB. Untuk Komisi B, Ketua, Kayan dari Gerindra, wakil ketua, Isa Hasanuddin dari FPKB dan sekretaris, Sudjalil dari FPDIP.

Sedangkan Ketua Komisi D, Usman dari PKB, wakil ketua Wijono dari FPDIP dan Sekretaris Bambang Pujianto dari Fraksi Gerindra. “Yang seru pemilihannya di Komisi B dan D,”  ujar salah satu anggota dewan.

Dalam pembentukan komisi, lima fraksi berkoalisi, yakni FPKB, FPDIP, F Gerindra, F Demokrat dan F PKS-Nasdem. Jika dilihat dari komposisinya, lima fraksi ini akan menyapu bersih posisi pimpinam komisi. Sedangkan FGBP dan FPAN tidak akan mendapat satupun posisi di pimpinan komisi, karena hanya berjumlah 13 orang.

Sedangkan Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan dalam pembentukan komisi ini, pemilihan pimpinan komisi melalui musyawarah mufakat. Jadi, pimpinan komisi yang terpilih merupakan pilihan anggota komisi.

Sullamul mengaku bersyukur karena komisi, badan anggaran (banggar) dan badan musyawarah (banmus) sudah terbentuk, sehingga anggota dewan sudah bisa bekerja. “Tinggal banleg dan badan kehormatan yang belum terbentuk, tapi kita sudah bisa bekerja,” tandasnya.

Ketika ditanya adanya dua anggota FPKB yang maju berebut ketua Komisi D, ketua dewan yang juga dari PKB tersebut mengaku hal itu dinamika politik. Karena, pemilihan pimpinan komisi dilakukan melalui musyawarah dan mufakat. “Saya tidak tahu kalau dua anggota PKB sama-sama maju berebut ketua komisi D. Ya begitulah politik,” pungkas Sullamul. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *