Ironis, Imron Tewas Saat di Kantor Polisi

November 2, 2014
Lisa Fauziyah menunjukkan foto suaminya yang tewas saat ditahan di Polsek Sukodono

Lisa Fauziyah menunjukkan foto suaminya yang tewas saat ditahan di Polsek Sukodono

(SIDOARJOterkini)- Lisa Fauzizah (21) istri M Imron Zainuddin yang menjadi korban salah tangkap anggota Polsek Sukodono yang Sabtu (1/11/2014) pagi meninggal di Polsek merasa sedih. Dia kehilangan suaminya yang tak bersalah itu, harus meninggal akibat dugaan penganiayaan petugas di Polsek Sukodono.

Tak ada pemberitahuan dari Polsek maupun dari keluarga suaminya di RT 13 RW 4 Desa Kebonagung Sukodono terkait meninggalnya Imron. Dia kaget mendapat kabar  jika suaminya meninggal dunia.

Lisa dan suaminya yang menjadi sopir ekspedisi itu, Jumat (31/10/2014) sekitar 22.00 Wib, diajak temannya untuk melihat hiburan orkes Monata di lapangan sebelah utara rumah korban. “Kita berdua memutuskan untuk melihat orkes dangdut itu,” ujarnya.

Lisa dan suaminya, melihat konser di bagian belakang penontong, jauh dari panggung. Saat akan pulang sekitar pukul 23.00, penonton didepan tawuran dan ada lemparan batu mengenai pelipis kanannya. Dan suaminya, lansung mencari tahu siapa yang melempar dan meminta pertanggungjawaban.

Lama menunggu, Imron tak datang-datang dan dia tahu kabar suami saya diamankan di Polsek Sukodono dan baru bisa pulang besoknya.

Lisa kemudian datang ke polsek membawakan jaket dan sarung untuk suaminya. Namun oleh petugas yang jaga, tidak diperkenankan. “Petugas bilang, hanya boleh memberikan baju dan celana saja,” jelasnya.

Sekitar pukul 09.009 pagi, Lisa mendapat kabar suaminya meninggal akibat kena jantung dengan kondisi mulut berbusa sebelum dibawa ke rumah sakit. “Padahal suami saya tidak mempunyai jejak rekam medis penyakit jantung,” imbuhnya.

Lisa juga sangat sedih mendengar kabar suaminya dihajar di Polsek Sukodono. Padahal suaminya tidak terlibat tawuran atau melakukan perbuatan yang melanggar. “Yang saya ketahui, suami saya, orangnya pendiam, dan tak pernah neko-neko. Beliau biasa-biasa saja dan baik dengan siapapun,” puji Lisa.

M Awaluddin Kades Kebonagung menyatakan, meminta Kapolres Sidoarjo turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini, agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. “Siapapun yang salah, harus diusut tuntas, dan jangan dilindungi,” harapnya. (st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *