Dibidik KPK, Pemkab Tetap Beli Mobil Mewah

Oktober 23, 2014
Ilustrasi

Ilustrasi

(SIDOARJOterkini)- Pengadaan mobil mewah jenis minibus senilai Rp 1.318.000.000,00 di Bagian Umum Pemkab Sidoarjo ternyata batal lelang. Penyebabnya tak lain, tidak ada rekanan yang memasukkan dokumen penawaran.

Surat pernyataan gagal lelang dikeluarkan tanggal 16 Oktober dan lelang ulang mulai digelar 20 Oktober. Informasi yang diperoleh, rekanan tidak memasukkan penawaran tender pengadaan minibus tersebut salah satunya karena beberapa waktu lalu ratusan proyek di Pemkab Sidoarjo disorot oleh BPKP karena terindikasi korupsi.

Sedangkan pengadaan mobil mewah tersebut dikhawatirkan bermasalah karena nilainya terlalu besar. “Kalau jenisnya mobil mewah takut bermasalah dikemudian hari,” ujar salah satu rekanan yang enggan disebut namanya.

Mobil jenis minibus yang ditenderkan tersebut informasinya sejenis Toyota Alphard, Nissan Elgrand dan lainnya. Dalam tender ulang saat ini sudah ada empat penyedia yang sudah mengikuti lelang, namun masih dalam proses.

Saat KPK dan BPKP datang ke Sidoarjo dalam acara semiloka beberapa waktu lalu juga menyindir agar Pemkab Sidoarjo menghemat dan membelanjakan anggaran untuk kepentingan masyarakat. Termasuk, dengan pengadaan mobil dinas harus melihat asas kebutuhan dan kepatutan.

Dalam pemaparan BPKP ternyata ditemukan ratusan proyek dan bantuan hibah yang terindikasi ada tindak pidana korupsi. Harusnya, pemkab menghemat anggaran dengan tidak membelanjakan barang mewah.

Kepala Bagiam Umum Pemkab Sidoarjo Imam Mukri  membenarkan jika  pengadaan mobi tersebut saat ini proses tender. “Masih kita tender pengadaan mobilnya,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sidoarjo, Beny Airlangga saat dikonfirmasi mengakui jika sebelumnya tender pengadaan mobil itu batal lelang karena tidak ada yang memasukkan penawaran. “Saat ini sudah ada empat penyedia (rekanan,red) yang sudah mendaftardan masi dalam proses,” ujarnya.

Ketika ditanya jenis minibus yang dimaksud, Beny mengaku kurang tahu, termasuk mobil berkapasitas mesin berapa. Jika dilihat dari jenisnya, bisa jadi mobil tersebut sejenis Toyota Alphard, Nissan Elgrand. “Bisa juga Elf, tapi saya tidak hafal spesifikasinya bisa dilihat di LPSE,” tandasnya.

Pengadaan mobil mewah miliaran rupiah tersebut sempat menjadi pro dan kontra, karena dinilai harganya terlalu mahal dan tidak diperlukan. Lebih baik dana sebesar itu dibelanjakan untuk pembangunan, daripada hanya untuk membeli sebuah mobil.

Pada tahun anggaran 2013 sebenarnya sudah pernah dianggarkan, tapi kala itu tidak direalisasikan. Karena eksekutif ngotot agar pengadaan mobil mewah tersebut dianggarkan, akhirnya dianggarkan lagi tahun 2014. Terjadi pro dan kontra di kalangan dewan terkait pengadaan mobil mewah itu. Namun, akhirnya anggota dewan yang tidak setuju atas pengadaan mobil mewah tersebut harus kecewa karena tetap dianggarkan. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *