Korban Lumpur Syukuran Tumpeng Untuk Jokowi

Oktober 20, 2014
Tumpeng untuk Jokowi

Tumpeng untuk Jokowi

(SIDOARJOterkini)-Korban lumpur menggelar doa bersama dan syukuran dengan memotong tumpeng atas dilantiknya Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia. Mereka berharap, presiden baru ini bisa menyelesaikan pelunasan ganti rugi korban lumpur.

Apalagi, saat kampanye beberapa waktu lalu, Joko Widodo sudah mendantangani kontrak politik untuk menyelesaikan ganti rugi lumpur jika terpilih menjadi presiden. Janji itu akan selalu diingat oleh korban lumpur karena sampai saat ini pelunasan ganti rugi belum tuntas.

Korlap aksi, Muhammad Nurul Hidayat mengatakan digelarnya tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur korban lumpur atas dilantiknya presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla. Sekitar 50 korban lumpur yang hadir dalam acara itu menyatakan dukungan penuh terhadap presiden dan wakil presiden yang baru saha dilantik.

Muhammad Nurul menambahkan, doa korban lumpur semoga presiden diberikan kekuatan untuk memimpin Indonesia kedepan agar menjadi lebih baik lagi. ” Hidup Jokowi, hidup jokowi, hidup jokowi,” teriaknya.

Sudarto, salah satu korban lumpur lapindo asal Renokenongo mengatakan dirinya sangat bersyukur atas dilantiknya Jokowi sebagai presiden. “Semoga presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia kedepan bisa amanah serta bisa membawa perubahan untuk Indonesia lebih baik dari pemerintahan sebelumnya,” harap Sudarto.
Korban lumpur mengarak tumpeng raksasa berukuran 2 meter dan beberapa makanan ringan yang telah dibuat oleh warga melewati Desa Penatarsewu, Desa Sentul, Glagaharum, Gempolsari, Kalidawir, Kalitengah, Ketapang Kecamatan Tanggulangin hingga tiba di atas tanggul titik 21 Desa Siring Porong Sidoarjo. Tumpeng tersebut kemudian dibacakan doa lalu di makan warga korban lumpur lapindo secara bersama-sama.

Dalam kesempatan itu, korban lumpur berharap agar setelah dilantik Jokowi bisa segera menyelesaikan ganti rugi korban lumpur. Apalagi, sebelumnya sudah ada usulan dari Dewan Pengarah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (DP-BPLS) jika kekurangan pelunasan ganti rugi korban lumpyr akan ditanggung pemerintah, yakni sebesar Rp 768 miliar. (st-14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *