Buang Sampah ke Laut, Bupati Tegur Kadis Pengairan

Oktober 2, 2014
Enceng gondok dan sampah di abour buduran digelontor ke laut

Enceng gondok dan sampah di abour buduran digelontor ke laut

(SIDOARJOterkini)- Bupati Sidoarjo Saiful Ilah akan menegur Kepala Dinas (Kadis) PU Pengarian Fatkhurahman. Pasalnya, instansi tersebut dianggap tidak profesional dalam menangani sampah yang menumpuk di sungai.

Teguran itu diberikan, setelah Saiful Ilah menerima informasi jika Dinas PU Pengairan menggelontor sampah dan enceng gondong di avour Sungai Buduran ke laut. “Tidak boleh seperti itu, sampah kok dibuang ke laut,” ucapnya.

Menurut Saiful Ilah, kalau yang digelontor ke laut hanya enceng gondok saja masih bisa dimaklumi. Namun, jika sampah rumah tangga yang dialirkan ke laut malaj akan membuat sungai dangkal.

Bukan hanya itu, sampah-sampah itu akan mengalir ke anak sungai yang mengarah ke kawasan pertambakan. Apalagi, sungai Buduran tersebut sebelum menuju ke laut melewati kawasan pertambakan.

Harusnya, lanjut Saiful Ilah, sampah yang menumpuk di sungai itu diangkut dengan truk dan dibuang di tempat semestinya. “Akan saya tegur kepala dinas PU Pengairan, kenapa kok sampah malah dialirkan ke laut,” tegasnya.

Dengan teguran tersebut, diharapkan jika ada sampah yang menumpuk di sungai langsung dibersihkan dan diangkut. Jangan mencari enaknya dengan menggelontor air agar sampah-sampah itu hanyut ke laut.

Sayangnya, Kepala Dinas PU Pengairan belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Saat dihubungi melalui telepon selulernnya tidak bisa. Namun, Saiful Ilah mengaku setelah mendapat laporan langsung akan menegur yang bersangkutan.

Sekedar diketahui, Dinas PU Pengairan Sidoarjo tampaknya tak mau bersusah payah dalam membersihkan enceng gondok dan sampah yang memenuhi sungai. Buktinya, enceng gondok dan sampah yang memenuhi avour Sungai Buduran, hanya digelontor ke laut.

Padahal, sampah-sampah yang hanyut ke laut lambat laun akan menyebabkan pendangkalan dan mencemari laut. Harusnya, dinas terkait mengangkat sampah yang memenuhi sungai ke darat agar tidak menyebabkan pendangkalan.

Untuk membersihkan avour Sungai Buduran yang dipenuhi sampah, Dinas PU Pengairan mengerahkan beberapa petugas. Mereka menggunakan alat seadanya, seperti jangkar, sabit dan lainnya mengurai enceng gondok yang ada di sungai.

Ironisnya, enceng gondok dan sampah rumah tangga itu hanya dialirkan ke laut dan tidak diangkat ke daratan. Harusnya, Dinas PU Pengairan menggunakan alat berat dan mengangkat sampah itu ke darat. Selanjutnya, sampah-sampah itu dibawa ke tempat penampungan sampah, tidak malah sebaliknya dihanyutkan ke laut. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *