Emir Diminta Mundur Dari Bendahara PAN

September 10, 2014
Pengurus harian DPP PAN saat menyuarakan mosi tak percaya kepada Emir Firdaus

Pengurus harian DPP PAN saat menyuarakan mosi tak percaya kepada Emir Firdaus

 

(SIDOARJOterkini)-Perebutan jabatan wakil ketua DPRD Sidoarjo antara Khulaim Junaidi dan Emir Firdaus membuat internal DPD PAN memanas. Imbasnya, sejumlah pengurus harian DPD PAN Sidoarjo memberikan mosi tidak percaya.

Mosi tidak percaya itu ditujukan kepada bendahara DPD PAN Sidoarjo Emir Firdaus. Mereka meminta Emir yang saat ini bertarung memperebutkan rekom DPP PAN untuk jabatan Wakil Ketua DPRD, mundur dari jabatan bendahara.

Ketua Pengembangan Organisasi Keanggotaan DPD PAN Sidoarjo Dawamul Ikhsan mengatakan, hasil rapat dengan 13 pengurus harian DPD PAN Sidoarjo memutuskan jika pengurus harian memberikan mosi tidak percaya kepada bendahara DPD PAN Sidoarjo, Emir Firdaus. “Pengurus minta Emir mundur dari jabatan bendara,” ujarnya.
Dawam menjelaskan Emir Firdaus yang menjabat sebagai bendahara tidak melaksanakan kewajibannya sebagai bendahara DPD PAN. Diantaranya tidak memberikan dana pembinaan senilai Rp 2-3 juta kepada DPC PAN Sidoarjo selama dua tahun terakhir. Selain itu, sejumlah pengurus harian juga tidak mendapat bingkisan lebaran pada tahun ini.
Bukan hanya itu, saat ini DPD PAN juga tidak memiliki kantor sekretariat. Sehingga setiap kegiatan yang dilakukan tidak bisa dikoordinasikan dengan baik. Termasuk berkomunikasi dengan jajaran pengurus terutama bendahara.

Dia menegaskan, selama ini delapan anggota dewan yang duduk di kursi DPRD juga setiap bulannya mendapatkan potongan dari penghasilannya. Nilainya sekitar Rp 3 juta perbulan. Uang tersebut dibawa oleh bendahara untuk sejumlah kegiatan DPD PAN. “Dikemanakan uang tersebut hingga pengurus harian tidak diperhatikan,” tanya Dawam.

Dia menambahkan, tidak ada transparansi keuangan oleh bendahara. Hal yang seharusnya diperhatikan oleh bendahara tidak dilakukan dan membuat pengurus harian resah. “Karena itu kami meminta bendahara mundur dari jabatannya,” terangnya.

Emir Firdaus saat dikonfirmasi membantah tudingan itu. Sebab, menurutnya dana pembinaan sudah diberikan pada pengurus harian. Hanya saja pada tahun ini masih tersendat karena bantuan anggaran dari pemerintah juga belum sepenuhnya cair.

Sedangkan, untuk masalah bingkisan lebaran, Emir mengaku tidak mendapatkan rekomendas