Warga Kalidawir Boikot Pertemuan Dengan Lapindo

Agustus 28, 2014
Ekbis Headline Indeks   10 views
Warga saat berdialog dengan kades kalidawir beberapa hari lalu

Warga saat berdialog dengan kades kalidawir beberapa hari lalu

 

(SIDOARJOterkini)- Sosialisasi yang dilakukan  Lapindo Brantas Inc di kantor Kecamatan Tanggulangin sia-sia. Pasalnya, tidak ada satupun  warga Desa Kalidawir yang datang.

Hanya kepala desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD) yang terlihat hadir dalam sosialisasi tersebut. Meski sudah ditunggu beberapa saat lamanya, namun tidak ada satupun warga yang datang dan akhirnya sosialisasi batal digelar.

Sosialisasi yang diagendakan mulai pukul 09.00 WIB hingga siang hari akhirnya tidak dilanjutkan. Camat Tanggulangin Sentot Kunmardianto dan Humas Lapindo Agoes Hadi Poernomo menunggu dengan hasil hampa.

Camat Tanggulangin Sentot Kunmardianto mengatakan, sosialisasi ini sangat memerlukan kehadiran warga Desa Kalidawir. Pasalnya, dalam pertemuan itu rencananya membahas tuntutan yang sebelumnya diinginkan oleh warga.

Diantaranya, uang kompensasi Rp 5 juta kepada setiap KK di Desa Kalidawir. “Kami sudah tunggu lama tetapi warga juga tidak datang,” tandasnya. Sentot menyayangkan ketidakhadiran warga Desa Kalidawir yang telah diundang.

Pertemuan itu sebagai langkah atas tututan yang dilakukan di balai desa Kalidawir beberapa hari lalu. Saat itu warga bersemangat untuk bisa bertemu langsung dengan Lapindo terkait tuntutannya.

Namun, saat dilakukan pertemuan lanjutan warga tidak datang, sehingga permasalahan terkait kompensasi yang diajukan warga belum ada jalan keluarnya. Meski pertemuan kali ini gagal, rencananya pada Selasa (2/9) akan diadakan petemuan kembali dengan warga untuk membahas lebih lanjut atas tuntutan mereka. Jika warga juga tidak hadir, maka semua keputusan diserahkan kepada Lapindo.

BPD Desa kalidawir Nur Cahya mengaku tidak tahu alasan warganya tidak hadir. Kedatangannya tersebut untuk menghadiri undangan dari pihak kecamatan dan Lapindo terkait sosialisasi. “Saya tidak tahu kenapa warga tidak ada yang hadir,” tandasnya.

Sekedar diketahui, setelah Lapindo melakukan well test di sumur TGA 5 di Desa Kalidawir, warga kemudian melayangkan protes. Warga yang merasa was-was dengan aktifitas tersebut meminta kompensasi kepada Lapindo.

Dalam pertemuan yang digelar bulan Juli lalu, warga akhirnya minta kompensasi sebesar Rp 5 juta per KK. Namun, tuntutan warga ini tidak dipenuhi oleh Lapindo. Hal inilah yang membuat warga melarang segala aktifitas menuju sumur migas tersebut? (st-14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *