Korban Lumpur Hentikan Aktifitas BPLS

Agustus 27, 2014

 

Korban lumpur saat menghentikan pekerja BPLS

Korban lumpur saat menghentikan pekerja BPLS

(SIDOARJOterkini)- Korban lumpur mengusir pekerja Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang sedang memperkuat tanggul lumpur, Selasa (26/8). Aksi ini dilakukan karena pembayaran ganti rugi belum dilunasi oleh Lapindo Brantas Inc.

Korban lumpur yang berkumpul di tanggul kawasan Ketapang dan Kedungbendo menghadang alat berat yang digunakan untuk memperkuat tanggul. Melihat korban lumpur datang, petugas BPLS tak bisa berbuat banyak. Mereka langsung menghentikan penguatan tanggul. Dalam kesempatan itu korban lumpur meminta alat berat dipindahkan dari atas tanggul.

Aksi blokir terhadap aktifitas penguatan tanggul oleh BPLS sebelumnya pernah dilakukan korban lumpur. Bahkan, kala itu mereka kecewa karena BPLS ternyata masih beraktifitas. Padahal, sebelumnya sudah diberi peringatan jika semua aktifitas di tanggul dihentikan sampai ada pelunasan ganti rugi.

Tampaknya, BPLS mencari titik lengah warga. Ketika warga sudah tidak mengawasi tanggul, mereka bekerja lagi. “Kok sekarang ada pekerjaan lagi,” tandas salah satu korban lumpur.

BPLS memperkuat tanggul di kawasan Ketapang-Kedungbendo. Setelah beberapa hari BPLS memperkuat tanggul akhirnya dihentikan juga oleh korban lumpur. “Sebelum ada pelunasan ganti rugi tidak boleh ada penguatan tanggul,” tegas Subakri, salah satu korban lumpur.

Sementara itu, Humas BPLS Dwinanto Hesti Prasetyo mengatakan pihaknya terpaksa memperkuat tanggul karena kondisinya sudah memprihatinkan. Dia khawatir tanggul jebol dan lumpur mengalir ke jalan raya dan menggenangi rel Kereta Api. “Selama ini yang salah satu menjadi fokus kita bagaimana agar jalan raya dan rel KA aman dari lumpur,” tegasnya. (st-14)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *