Anak Ditampar Guru, Orang Tua Tak Terima

Agustus 12, 2014
Safirna Rosul Zakaria Bachrie (kanan)  bersama ibunya Lusi Virdiana saat menceritakan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh guru SMPN 6

Safirna Rosul Zakaria Bachrie (kanan) bersama ibunya Lusi Virdiana saat menceritakan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh guru SMPN 6

SIDOARJO – Safirna Rosul Zakaria Bachrie siswa SMPN 6 Sidoarjo mengaku ditampar oleh guru. Orang tua Rosul tak terima atas ulah guru anaknya tersebut.

Penyebab siswa yang akrab disapa Rosul ditampar gurunya, karena, dia gaduh saat diberi pelajaran. Siswa kelas 8 tersebut diduga ditampar wajah bagian kanannya hingga lima kali gurunya IPS berinisial ID yang mengajarnya.

Bahkan, Rosul mengaku dipukul hingga lima kali sampai kepalanya pusing. Aksi kekerasan tersebut diterimanya saat jam pelajaran IPS sekitar pukul 12.00 WIB.

Dia kemudian menceritakan apa yang menimpa kepada orang tuanya. Rosul bercerita, pada saat ID mengajar IPS mulai pukul 11.30 WIB, Selasa (12/8/2014) dia memang sempat diingatkan agar tidak ramai di kelas.

Waktu itu dia sempat bercanda bersama dengan teman-temannya saat guru IPS tersebut menerangkan pelajaran. “Saya langsung diam tidak ngomong apa-apa lagi,” akunya.

ID justru menghampiri Rosul dan mendaratkan telapak tangannya ke wajah bagian kanan hingga dua kali. Rosul yang kaget kemudian menanyakan kesalahannya.

Ternyata ID semakin marah kemudian menampar lagi wajah Rosul di bagian yang sama sampai tiga kali. Lima kali tamparan yang menimpanya sempat membuat dirinya pusing. Dia kemudian melaporkan aksi kekerasan tersebut kepada orang tuanya.

Ibu Rosul, Lusi Virdiana sangat marah atas ulah guru yang mengajar anaknya. Seharusnya guru memperingatkan siswanya dengan baik. “Bukan malah menampar siswanya,” jelasnya.

Kalau memang anaknya salah tolong diajak bicara dengan baik. Bahlan, dia siap diundang ke sekolah jika memang anaknya nakal.

Sikap guru yang main tampar itulah yang membuat warga Perum Griya Persada Asri, Kecamatan Candi ini marah. Lusi kemudian datang ke sekolah dan bertemu dengan Kepala Sekolah SMPN 6. Namun tidak dipertemukan dengan guru yang menampar anaknya.

Padahal Lusi ingin guru tersebut bertanggung jawab dengan mengutarakan maksudnya menampar anaknya. Kepala sekolah sempat minta maaf.

Sementara itu, saat wartawan hendak meminta klarifikasi terkait dugaan aksi kekarasan yang dilakukan ID, pihak sekolah tidak berkenan. Salah satu pegawai di sekolah itu mengaku jika Kepala Sekolah Mariyati tidak bersedia dikonfirmasi. (st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *