Insentif Ketua RT dan RW Setahun Cair Dua Kali

Juli 18, 2014

 

Ilustrasi

Ilustrasi

(SIDOARJOterkini)-Ketua RT dan RW yang ada di Sidoarjo patut tersenyum. Pasalnya, insentif yang mereka terima dalam setahun dicairkan dua kali. Berbeda dengan tahun sebelumnya, insentif tersebut dijadikan satu setahun.

Untuk insentif akan dicairkan sebelum Lebaran, sehingga bisa digunakan untuk Ketua RT dan RW sebagai tambahan uang Lebaran. Dana juga langsung ditransfer ke rekening masing-masing yang sudah disiapkan sebelumnya.

Kepala Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPM PKB) Sidoarjo Ali Imron mengatakan, untuk insentif Ketua RT dan RW diberikan sejak tahun 2013. “Bedanya kalau tahun ini kita cairkan dua tahap. Tapi kalau tahun lalu langsung dicairkan jadi satu setahun,” ujarnya.

Mantan Camat Sidoarjo tersebut menjelaskan, pemberian dana insentif kepada para Ketua RT dan Ketua RW itu merupakan langkah pemerintah menindaklanjuti Perda Nomor 19 tahun 2011 tentang Pedoman Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan di Desa dan Kelurahan.

Harusnya, insentif diberikan tahun 2012, namun kala itu belum siap sehingga dimulai tahun 2013. Tahun ini, lanjut Ali Imron, pencairan tahap 1 sebelum lebaran dan tahap 2 diperkirakan bulan Nopember atau Desember. “Jadi sekarang kita atur pencairannya enam bulan sekali dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing Ketua RT dan RS,” tandasnya.

Sedangkan anggaran untuk insentif tersebut berasal dari APBD 2014 sebesar Rp11.998.648.800 akan dibagikan kepada 10.481 orang. Terdiri dari Ketua RT sebanyak 8.467 orang dan Ketua RW sebanyak 2014 orang dari 18 kecamatan yang ada di Sidoarjo.

Ali Imron mengaku jika jumlah Ketua RT dan RW di Sidoarjo tiap tahun ada perubahan. Hal ini dikarenakan adanya pemukiman baru yang kemudian terbentuk RT dan RW.

Dia mencontohkan, data tahun 2012 ada Sebanyak 10 ribu orang, tahun 2013 ada penambahan sebanyak 443 orang dan tahun 2014 ini berubah lagi menjadi 10.481 orang.

Ditanya tiap orang mendapat insentif berapa?, mantan Kabag Pemerintahan dan Administrasi Desa ini mengaku perbulan tiap orang Rp 95.400. “Enam bulan sekali mereka mendapat Rp 572 ribu,” pungkasnya.(st-15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *