Tak Kembalikan Surat Tanah, Anggota Dewan Diluruk Warga

Juli 17, 2014

 

Warga Desa Sukorejo, Buduran saat mendatangi DPRD Sidoarjo

Warga Desa Sukorejo, Buduran saat mendatangi DPRD Sidoarjo

(SIDOARJOterkini)-Ratusan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran ngeluruk DPRD Sidoarjo. Mereka mencari Suhariyono, anggota Komisi A DPRD Sidoarjo yang membawa surat tanah warga.

Surat tanah itu, bertahun-tahun tak juga dikembalikan. Padahal, surat tanah atas nama Uripah itu merupakan satu-satunya bukti kepemilikan tanah warga yang kini masih bersengketa dengan TNI-AD.

Alasan, Suhariyono kala itu meminjam surat tanah itu untuk mengurus permasalahan itu. Apalagi, kala itu permasalahan tanah antara warga Sukorejo dan TNI-AD juga dilaporkan ke Komisi A DPRD Sidoarjo.

Andre Priyanto, salah satu perwakilan warga Sukorejo mengatakan kalau surat tanah milik Uripah berupa petok D itu dipinjam Suhariyono, bulan Mei 2009.  Sampai saat ini surat tanah itu tidak diketahui keberadaannya dimana.

Warga berkali-kali meminta surat tanah itu ke Suhariyono, anggota dewan dari Partai Demokrat itu tus berkelit berbagai alasan. Bahkan, Suhariyono beralasan jika surat tanah itu ketinggalan di mobil dan hilang.

Surat tanah itu satu-satunya bukti warga dalam menuntut tanah sekitar 21 hektar yang saat ini masih bersengketa dengan TNI-AD. “Kalau tidak disalahgunakan, kenapa sampai sekarang tak juga dikembalikan,” tandas Andre.

Demikian pula yang diungkapkan Madrib, salah satu perwakilan warga Sukorejo yang saat itu menyaksikan sendiri surat tanah Uripah dibawa Suhariyono. Menurutnya, kalau tidak berniat jahat kenapa surat tak dikembalikan.

Saat membawa surat tanah itu, tidak hanya Madrib saja yang menyaksikan. Namun, puluhan warga lainnya juga melihat ketika anggota Komisi A itu membawa surat tanah milik warga. .

Kalau Suhariyono mempunyai niat baik, harusnya surat tanah itu dikembalikan ke warga karena bukan haknya. Karena sudah diminta berkali-kali tapi tidak juga diberikan, warga akhirnya mendatangi DPRD Sidoarjo.

Warga juga  sudah melaporkan kasus ini ke Polres Sidoarjo terkait permasalahan itu. “Laporan ke Polres sudah masuk dan kita kini mendatangi dewan, karena Suhariyono merupakan anggota dewan,” jelas Andre.

Dikonfirmasi terkait masalah ini, Suhariyono berdalih jika surat tanah itu sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Suhariyono juga mengajui jika kala itu dia bersama dengan Komisi A ikut memfasilitasi sengketa tanah antara warga dan TNI-AD. ” Surat tanahnya sudah saya kembalikan kepada pemiliknya,” pungkasnya. (st-12)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *