Tempat Jualan Digusur, PKL Tengarai Ada Pesan Sponsor

Juni 23, 2014
Ban bekas yang dibakar PKL sebagai bentuk perlawanan atas penggusuran.

Ban bekas yang dibakar PKL sebagai bentuk perlawanan atas penggusuran.

SIDOARJO-Pedagang Kaki Lima (PKL) mengarai ada pesan sponsor dalam penertiban bangungan liar (bangli) di sempadan sungai kawasan Sidokerto, Kecamatan Buduran, Senin (23/6/2014). Pasalnya, di kawasan itu banyak bermunculan perumahan dan jalan tersebut akan dilebarkan.

Sedangkan, Pemkab Sidoarjo berdalih penertiban bangli untuk mencegah banjir. Padahal, sudah bertahun-tahun pemkab tidak punya nyali untuk membongkar bangunan yang kebanyakan milik PKL.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas PU Pengairan tanpa ampun mendatangi beberapa titik sempadan sungai yang terdapat bangli.  Petugas membongkar bangli menggunakan buldozer. Hal inilah yang membuat PKL yang sejak pagi berjualan kaget atas razia yang dilakukan Satpol PP.

Bahkan, bukan hanya buldozer, petugas juga mengerahkan mobil PMK untuk mengantisipasi adanya perlawanan dari pedagang. PKL melakukan perlawanan dengan membakar kursi kayu dan papan seadanya di tengah jalan untuk menghalangi petugas.

Namun dengan menggunakan mobil PMK, petugas langsung memadamkan api yang menghalangi badan jalan tersebut. “Kami tidak diberi toleransi untuk memindahkan barang-barang,” ujar Koordinator PKL Sidokerto, Hanafi.

PKL mengaku  tindakan semaunya aparat Satpol PP  tanpa sosialisasi langsung membuldozer bangunan semi permanen dan permanen di sempadan sungai. Apalagi, pemberitahuan penertiban dilakukan dengan menyebarkan selembar surat pemberitahuan saja.

Hal inilah yang disesalkan oleh pedagang, karena mereka tidak diberi waktu untuk bersiap-siap merelokasi dagangannya. “Kami tidak diberi toleransi untuk relokasi, petugas main hakim sendiri,” ujar Hanafi.

PKL menduga penggusuran bangunan mereka tidak murni karena berada disempadan sungai dan dikhawatirkan menyebabkan banjir. Namun, dalam aksi penggusuran ini mereka menduga ada pesan sponsor, karena di kawasan itu banyak perumahan.

Dengan digusurnya bangunan PKL, nantinya jalan akan dilebarkan dan tentu saja yang meraup keuntungan developer yang mempunyai perumahan di kawasan itu. “Di kawasan ini banyak perumahan baru. Jadi terkesan razia ini untuk kepentingan developer,” ujar salah satu warga. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *