Ketua PBNU: Pesantren Harus Mandiri

Juni 23, 2014
Ekbis Headline Indeks   25 views

 

Ketua PBNU KH Said Agil Siradj bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Pemangku Pesantren Mukmin Mandiri KH M.  Zakki

Ketua PBNU KH Said Agil Siradj bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Pemangku Pesantren Mukmin Mandiri KH M. Zakki

SIDOARJO-Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Agil Siradj berharap agar pondok pesantren bisa mandiri. Hal itu disampaikan dalam meresmikan Terminal Perkulakan Santri (TPS) di Pesantren Mukmin Mandiri Jalan Bougenville 69 perumahan Graha Tirta Waru.

Menurut kyai Said Agil, pesantren yang mengembangkan usaha untuk kemakmuran pesantren dan santri harus didukung. “Sudah seharusnya pesantren bisa mandiri,” ucapnya dalam Haul KH Mukmin ke 18 dan Harlah ke 5 Pesantren Mukmin Mandiri Agrobisnis dan Agroindustri Minggu (22/6/2014).

Untuk itu, Said Agil berharap pesantren atau kyai, jangan mengandalkan atau terbiasa membuat proposal ke pimpinan pemerintah untuk kemajuan pesantren. Bahkan, bila perlu, pesantren bisa memakmurkan masyarakat sekitar dan membantu pemerintah.

Banyak pesantren yang usahanya maju semisal di Ponpes KH Ghofur Lamongan, Ponpes. KH Nawawi Sidogiri Pasuruan, termasuk Pesantren Mukmin Mandiri yang diasuh KH M Zakki. “Apa yang dilakukan di pesantren itu bisa jadi percontohan pesantren lainnya dalam pengembangan pengelolaan usaha,” papar kyai asal Cirebon itu.

Pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri Agrobisnis dan Agroindustri KH M Zakki mengatakan, dia bersama pesantren lainya berkeinginan, satu pesantren mempunyai satu produk mempunyai suatu produk.

Agar usaha di pesantren bisa berkembang, lanjut KH Zakki, pesantren menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam TPS. Membangun semacam koperasi atau lainnya dilahan pesantren, yang menjual hasil produksi pesantren dan perusahaan lain, dengan harga dibawah pasar.

Koperasi itu diperuntukkan bagi pesantren dan santri. Dari usaha itu, pasti akan menghasilkan laba untuk pesantren. “Ribuan pesantren dengan jumlah ratusan ribu hingga jutaan santri yang tinggal, dan masing-masing ada TPSnya, pasti perputaran uang di pesantren dan perekonomian yang didapatkan, akan besar pula,” pungkas M Zakki. (st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *