Pembuang Bayi Diatap Rumah Masih Pelajar

Bayi yang ditemukan warga diatas atap rumah dirawat di RSUD Sidoarjo

Bayi yang ditemukan warga diatap rumah saat dirawat di RSUD Sidoarjo

SIDOARJO- Polisi akhinya bisa mengungkap siapa sebenarnya pembuang bayi diatap rumah Agus Santoso, warga Blok D Perum Bluru Permai, Sidoarjo. Ternyata, yang membuang bayi itu statusnya masih pelajar saan satu sekolah kejuruan di Sidoarjo.

Pelajar yang merupakan ibu bayi tak lain adalah warga sekitar tempat nayi ditemukan dan masih berumur 16 tahun.

Ironisnya, orang tua ibu dari pembuang bayi tersebut tidak tahu kalau anaknya hamil dan melahirkan.

Kapolsek Kota Sidoarjo Kompol Kurniawan Wulandono mengaku jika pihaknya sudah mengungkap siapa pelaku pembuang bayi itu. Kini kasu pembuangan bayi melibatkan pelajar itu sudah ditangani  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Unit Reskrim Polres Sidoarjo.

Kurniawan tidak mau mengungkap identitas ibu bayi karena yang bersangkutan masih berstatus sebagai pelajar dan dibawah umur. “Kita sudah menyerahkan kasus ini ke PPA, dan pacar dari pelaku pembuang bayi juga sudah dimintai keterangan,” tandasnya.

Informasi yang diperoleh, bayi itu lahir, Jumat (20/6/2014) sekitar pukul 03.00 WIB di kamar mandi. Ibu bayi merasa mual an perutnya mules, saat di kamar mandi itulah kemudian bayi lahir dan oleh ibunya dimasukkan ke dalam kardus.

Ibu bayi kemudian membersihkan darah yang berceceran di kamar mandi.  Ibu bayi sempat kebingunan mau ditaruh dimana bayi tersebut, hingga akhirnya terpikir menaruh kardus berisi bayi itu di talang depan atap rumahnya.

Selama hamil,  perutnya tidak kentara sehingga tidak membuat keluarganya curiga. Dikala usia kandungan belum sampai usia matang, sudah lahir sprematur dan kondisinya tidak normal.

Ibu bayi yang diperiksa oleh petugas PPA Satreskrim Polres Sidoarjo, mengaku kalau hamil hasil hubungan dengan pacarnya. Ketika dia hamil tidak berani berterus terang kepada keluarnya dan memilih memendam sendiri aibnya itu.

Pelaku membuang bayi pada Jumat (20/6/2014),  sehingga membuat warga Perumahan Bluru Permai RT/RW 05, Kecamatan Sidoarjo kaget.

menjelang subuh dikagetkan suara tangis bayi, Jumat (20/6). Ternyata, tangis bayi itu berasal dari atap rumah Agus Santoso di Blok D.

Bayi yang berada di dalam kardus itu ditaruh di talang atap depan rumah Agus. Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian menurunkan kardus itu. Selanjutnya, bayi yang diperkirakan berumur sehari itu dibawa ke RSUD Sidoarjo.

Setelah dicek ternyata kondisi bayi kurang stabil sehingga oleh petuags dimasukkan ke alat infant warmer di ruang stabilitas neunatus RSUD Sidoarjo. Bayi tersebut harus mendapat perawatan khusus, namun akhirnya meninggal dunia. (st-13)