Peras Pengecer Togel, Tiga Oknum Polisi Dimassa

Juni 20, 2014
Ilustrasi

Ilustrasi

 

SIDOARJO- Tiga oknum polisi dari Jajaran Polrestabes Surabaya babak belur dihajar massa, di wilayah Kletek, Kecamatan Taman. Mereka diduga kuat mereka habis memeras dua pengecer togel di wilayah Sidoarjo sebesar Rp 7 juta.

Ketika oknum polisi nakal tesebut, Aiptu Eko Suhadi, anggota Polsek Mulyorejo, Bripka Sulton, anggota Polsek Mulyorejo, dan Briptu M Ifan Fanani, anggota Polsek Sukolilo. Ketiganya, Kamis (19/6) siang mengaku dari Polsek Taman.

Padahal, warga cukup tahu polisi dai Polsek Taman, sehingga menuduh ketiganya sebagai polisi gadungan. Oknum polisi tersebut langsung dibuat bancakan oleh massa di wilayah Kletek.

Hal itu dilakukan karena massa marah karena setelah menangkap pengecer togel diminta uang tebusan Rp 4 juta. Mereka akhirnya babak belur dan sempat ditolong anggota Polsek Taman dan dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khadijah, Sepanjang, Taman. Kemudian ketiganya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.

Informasi yang diperoleh, ketiga oknum polisi tersebu sebelumnya telah menangkap Poniman pengedar togel di Desa Dungus, Kecamatan Sukodono. Namun, Poniman tidak dibawa ke kantor polisi tetapi diajak berdamai oleh tiga polisi yang mengaku dari Polsek Taman itu.

Poniman dimintai uang Rp 3 juta kemudian dilepas lagi. Setelah memeras Poniman, tiga oknum tersebut tak kembali lagi ke Surabaya, tetapi mencari pengecer togel lagi di wilayah Desa Sambibulu, Kecamatan Taman. Di wilayah tersebut, polisi dari jajaran Polrestabes Surabaya itu menangkap pengecer togel, Dedi Tri Istiyanto dan minta uang tebusan Rp 4 juta.

Ketiga penangkapan berlangsung, salah satu warga curiga jika ketiga orang tersebut bukan dari Polsek Taman. Beberapa warga kemudian membuntuti ketiga oknum tersebut sampai di wilayah Kletek, dan menghentikan laju motor dan terjadilah adu mulut.

Warga sekitar yang tahu kejadian itu berdatangan, dan oleh warga ketiga oknum polisi itu diteriaki polisi gadungan. Tak bisa dihindari lagi, warga kemudian menghajar tiga oknum tersebut hingga babak belur.

Ketika aksi berlangsung, ketiga oknum tersebut tidak berani melawan karena jumlah massa terus berdatangan dan melayangkan pukulan ke wajah dan tubuh ketiga polisi tersebut. Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki SIK belum bisa sikonfirmasi terkait kejadian ini.

Namun, menurut sumber di kepolisian aksi main hakim sendiri itu karena warga sudah kesal atas ulah oknum polisi tersebut. Sebab, mereka mengira jika oknum polisi itu merupakan polisi gadungan. (st-13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *