Angin Kencang, Gelombang Besar, Nelayan Tak Melaut

Juni 20, 2014
Ekbis Headline Indeks   10 views

 

Nelayan Bluru menambatkan perahunya karena gelombang besar..

Nelayan Bluru menambatkan perahunya karena gelombang besar..

SIDOARJO-Dalam beberapa hari terakhir gelombang laut besar. Bahkan, di peraian laut jawa ketinggiannya mencapai 5 meter.  Imbasnya, nelayan Sidoarjo memilih menyandarkan perahunya dan tidak melaut.

Bukan hanya ombak besar, angin kencang yang berhembus beberapa hari ini menyebabkan gelombang tinggi di perairan timur Sidoarjo. Nelayan khawatir jika nekad melaut akan berakibat fatal sampai perahu tenggelam dan menelan korban jiwa.

Angin kencang yang berhembus di perairan timur Sidoarjo menyebabkan gelombang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, dalam tiga hari terakhir terjadi gelombang tinggi dan cuaca buruk dan gelombang mencapai 3-5 meter. “Gelombang tinggi mulai siang sampai malam hari. Jadi nelayan takut untuk melaut,” ujar Syaiful, nelayan Sedati.

Jika terpaksa harus melaut, nelayan memilih pagi hari dan maksimal sampai pukul 10.00 WIB dan itupun hanya melaut di pinggiran laut. Sebab, ketika siang mulai beranjak angin kencang mulai datang dan ombak besar tak dapat dihindarkan.

Untuk mengisi waktu selama tidak melaut, lanjut Syaiful, para nelayan memperbaiki jaring dan perahu. Sedangkan untuk menopang kebutuhan hidup mereka mencari ikan, kerang dan kepiting di muara sungai atau sekitar pesisir Sedati.

Mata pencaharian nelayan memang dari melaut, jika hanya mengandalkan mencari ikan dekat sungai, penghasilan nelayan merosot drastic. Saat melaut tangkapan udang mencapai 15 sampai 20 kg setiap hari, kini ketika mencari udang dan ikan di sungai hanya mengharapkan satu sampai tiga kilo ikan. Sehingga penghasilan mereka pada hari normal diatas Rp 100 ribu, kini hanya berkisar Rp 10 sampai 20 ribu saja.

Nelayan yang tidak berani melaut bukan hanya nelayan di kawasan Kecamatan Sedati, nelayan kerang di kawasan Bluru, Sidoarjo juga lebih berhati-hati untuk melaut. Mereka yang biasanya mencari kerang sampai ke perairan timur Sidoarjo yang berbatasan dengan Surabaya kini terpaksa tidak melaut. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *