FLA Kutuk Kekerasan Agama dan Kampanye Hitam Pilpres

Forum Lintas Agama, Minggu (8/6/2014) berkumpul di Pondok Pesantren Ahlus Shofa  Wal Wafa Desa Simo Ketawang Kecamatan Wonoayu

Forum Lintas Agama, Minggu (8/6/2014) berkumpul di Pondok Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa Desa Simo Ketawang Kecamatan Wonoayu

 

SIDOARJO- Maraknya kampanye hitam  dan kekerasan mengatasnamakan agama menjelang pemilihan presiden (Pilpres) membuat Forum Lintas Agama (FLA) prihatin. Untuk itu Forum ini mengutuk kampanye hitam dan terjadinya kekerasan agama.

Forum Lintas Agama, Minggu (8/6/2014) berkumpul di Pondok Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa Desa Simo Ketawang Kecamatan Wonoayu. Perwakilan dari lima agama di Indonesia hadir di acara yang digagas oleh Gusdurian Sidoarjo ini.

Anggota Ansor dan Banser serta  perwakilan dari Ahmadiyah yang diundang, terlihat hadir di acara ini. Hanya perwakilan dari Syiah yang tidak muncul di acara forum tersebut.

Forum Lintas Agama Sidoarjo ini mengaku prihatin dan mengutuk aksi kekerasan yang terjadi di Indonesia. Apalagi kekerasan agama muncul saat mendekati Pilpres 2014.
Menyikapi hal ini, FLA menegaskan, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 harus ditegakkan untuk menjamin kebebasan memeluk agama. Karena negara Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika sehingga harus saling menghormati dalam perbedaan agama.
Pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa Kyai Haji Muhammad Nizam Shofa mengatakan sikap saling menghormati ini bisa ditegakkan. Apalai saat. mendekati pesta demokrasi pilpres.

Pencipta Syair tanpo Waton ini berharap para tim sukses masing-masing pasangan tidak melakukan kampanye hitam. “Kita bebas memilih calon yang pas memimpin bangsa,” tandas Gus Nizam. (st-13)