Jargas Desa Sekitar Sumur Lapindo Tuntas Tahun Ini

 

pekerja sedang memasang jaringan pipa gas untuk warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin

pekerja sedang memasang jaringan pipa gas untuk warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin

SIDOARJO- Jaringan gas bumi untuk wilayah-wilayah sekitar sumur Lapindo Brantas Inc direncanakan sudah bisa dituntaskan tahun ini. Progres terakhir, jaringan gas untuk wilayah Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin sudah mulai dipasang.

Jaringan gas bumi di wilayah Tanggulangin sebagaimana terinci berada didesa Kalidawir sebanyak 900 SR ( Sambungan Rakyat) di desa Kalitengah 400 SR, Gempolsari 400 SR, Kludan 400 SR, Ngaban 200 SR dan Kedungbanteng sebanyak 850 SR. Informasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), warga di beberapa desa itu sudah bisa menikmati gas tahun ini.

Kabid Energi dan Sumberdaya Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan ESDM (Disperindag dan ESDM) Agus Darsono mengatakan tahun ini untuk program jaringan gas bumi warga sekitar Tanggulangin sudah tuntas. “Saat ini untuk jaringan gas yang ke Kedungbanteng dipasang,” jelasnya.

Agus menjelaskan, sebenarnya banyak warga yang meminta jaringan gratis gas bumi melalui program City Gas. Namun, jatah dari Kementrian ESDM terbatas hanya wilayah tertentu saja yang dipasang, termasuk wilayah disekitar sumur migas Lapindo.

Bahkan, sudah banyak warga yang mengajukan penyambungan jaringan gas bumi. Baik pengajuan secara perorangan maupun melalui desa. Disperindag dan ESDM belum bisa memberi jawaban apakah pengajuan mereka akan dipenuhi atau tidak. Bupati sebenarnya sudah mengajukan penambahan jaringan gas. Tapi untuk jatah City Gas di Sidoarjo sampai tahun 2013.

Sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat di Sidoarjo cukup mudah dalam mendapatkan gas bumi.Sebab selama ini sudah ada gas hasil produksi sumur Lapindo Brantas Inc di kawasan Tanggulangin, Porong dan sekitarnya.

Sebagian wilayah di Sidoarjo sudah mendapatkan jaringan gas bumi. Seperti wilayah Desa Ngingas, Wedoro, Tambaksawah dan Medaeng, Kecamatan Waru kini sudah terpasang sebanyak 5.630 pelanggan yang pemasangannya dari program City Gas. Sedangkan di wilayah Surabaya, khususnya di Kecamatan Rungkut sebanyak 2.753 pelanggan.

Kontribusi itu berasal dari selisih harga jual dipasaran dengan harga yang diberikan untuk program City Gas. Harganya lebih murah dibandingkan dengan gas elpiji karena merupakan CSR dari Lapindo Brantas Inc. Dalam perbandingan volume 1 kilogram gas elpiji sama dengan 1,3 meterkubik gas bumi. Harga 1 kilogram elpiji sekitar Rp 6.500. Sedangkan 1 meterkubik gas bumi seharga Rp 3.130. Sehingga, warga yang menggunakan gas bumi lebih hemat dibandingkan warga yang menggunakan gas elpiji.

Masyarakat mendapatkan keuntungan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan elpiji. Harga Dalam perbandingan volume 1 kilogram gas elpiji sama dengan 1,3 meterkubik gas bumi. Harga 1 kilogram elpiji sekitar Rp 6.500. Sedangkan 1 meterkubik gas bumi seharga Rp 3.130. Sehingga, warga yang menggunakan gas bumi lebih hemat dibandingkan warga yang menggunakan gas elpiji.

Sayangnya, untuk jaringan gas bumi SR belum digebyar sepenuhnya oleh pemerintah. Meskipun pemerintah sudah membuat kebijakan program city gas, namun belum semua warga Sidoarjo bisa mendaoatkan gas bumi dengan harga murah. Padahal, di Sidoarjo terdapat sumur gas yang selama ini dikelola oleh Lapindo Brantas Inc. “Warga sebenarnya mau kalau diberi jaringan gas bumi, tapi tidak semua desa mendapat jatah,” ujar Surur, warga Klidawir.(ST-12)