Pemerintah Tak Peduli, Hasil Karya Siswa Dijiplak

Juni 2, 2014
Siswa memperbaiki kursi roda pintar untuk lansia dan orang cacat

Siswa memperbaiki kursi roda pintar untuk lansia dan orang cacat

Pemerintah Tak Peduli, Hasil Karya Siswa Dijiplak

SIDOARJO- Meski banyak siswa yang bisa menciptakan teknologi yang berguna, namun tidak diimbangi dengan perhatian dari pemerintah. Hal inilah yang membuat banyak hasil karya siswa yang dijiplak pihak lain dan kemudian diproduksi secara massal.

Diantara teknologi temuan siswa yang dijiplak pihak lain adalah, helm oxygen dan robot penjinak bom hasil karya siswa SMA Muhammadiyah II (SMANDA) Sidoarjo. “Sebenarnya siswa kami mempunyai beberapa penemuan yang bisa berguna bagi masyarakat, tapi kini dijiplak oleh pihak lain,” ujar Kepala SMANDA Hidayatullah.

Hidayatullah mengakui jika di sekolahnya ada tim robot sendiri dan beberapa bidang teknologi lain yang biasanya diikutkan kontes karena adanya penemuan baru. Sejak beberapa tahun lalu, sudah ada beberapa inovasi siswa dan yang terbaru adalah kursi roda pintar untuk lansia dan orang cacat.

Sebenarnya setiap hasil inovasi teknologi siswa sudah berusaha dipatenkan agar tidak dijiplak oleh pihak lain. Namun, upaya untuk mempatenkan hasil karya siswa itu terkendala dengan administrasi yang cukup rumit. Bahkan, tiap tahun harus registrasi atas penemuan baru yang sudah dipatenkan tersebut.

Hidayatullah mencontohkan, untuk robot anti teror ternyata dijiplak oleh pihak Rusia. Dia dan siswa tidak menyangka jika temuan robot yang bisa menjinakkan bom itu dijiplak oleh negara yang secara teknologi lebih maju dibandingkan dengan Indonesia.
Usai diikutkan kontes, ada pihak dari Rusia yang wawancara dengan tim robot terkait perakitan maupun lainnya. Bahkan, hasil karya siswa itu juga ditampilkan di youtube sehingga bisa dengan mudah diakses. “Kita juga kaget tak lama kemudian teknologi yang kita ciptakan ternyata diadopsi oleh pihak lain,” tandas Hidayatullah.

Kenapa sampai hasil karya siswanya bisa dijiplak pihak lain?, menurut Hidayatullah diantaranya karena rumitnya dalam pengurusan hak paten. Jauh lebih penting dari itu tidak ada perhatian khusus dari pemerintah atas hasil karya anak bangsa terkait teknologi yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk itulah, pihaknya meminta kepada pemerintah khususnya pemerintahan yang akan datang ini bisa lebih memperhatikan hasil karya dan penemuan siswa. Dalam hal ini, harus ada badan khusus yang menangani dan mengembangkan hasil karya anak bangsa yang sangat berguna bagi masyarakat.

Hasil karya siswa SMANDA Sidoarjo teranyar adalah kursi roda pintar. Selain bisa berjalan menggunakan tenaga listrik, juga bisa ditegakkan sehingga dari duduk bisa berdiri. Bahkan, kursi roda pintar ini bisa menyabet juara II dalam ajang Lomba Cipta Elektronika Nasional (LCEN) kategori Applied Electronic 24-25 Mei 2014 di Surabaya.
Kursi roda pintar yang diberinama Postwec (Power Stand-up Wheel Chair) ini secara umum sudah bisa digunakan untuk lansia dan orang cacat bepergian. Namun, hasil karya Ahmad Habib, Prasetyo Langgeng dan Bob Maulana ini masih ada kekurangannya. “Untuk motor memang kurang halus dan akan kita perbaiki agar lebih baik lagi,” ujar Ahmad Habib.

Postwec ini selain bisa berjalan sendiri, penggunanya juga bisa mengambil barang yang berada di area cukup tinggi, misal diatas lemari. Tinggal menekan tombol, kursi roda bisa berdiri dan pemakai bisa mengambil barang. Sedangkan berat beban kursi roda pintar ini sekitar 65 kilogram dan membutuhkan waktu dua bulan untuk membuatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *